Tidur yang Dibenci

15 May, 2007 at 2:27 am (Uncategorized)

Oleh Bahron Anshori

Tidur merupakan aktivitas yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup termasuk manusia. Dengan tidur, semua energi akan pulih. Namun demikian, tidak semua aktivitas tidur diperbolehkan dalam Islam.

Islam mengajarkan, ada dua waktu tidur yang tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim yaitu, tidur di pagi hari setelah shalat Shubuh dan tidur sebelum shalat Isya.

Suatu hari Rasulullah SAW pernah berdoa agar Allah SWT memberikan keberkahan kepada umatnya pada pagi hari, “Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya.” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur. Katanya, “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali.

Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.

Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu (ba’da Shubuh) seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

Selain itu, tidur sebelum shalat Isya’ juga merupakan hal yang dilarang dalam Islam.
Diriwayatkan dari Abu Barzah ra, “Bahwasannya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan mengobrol setelahnya.” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Banyak hadis Nabi SAW yang menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat Isya’. Karena itu Imam At-Tirmidzi (1/314) mengatakan, “Para ahli ilmu mengatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat Isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadis-hadis Nabi SAW melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”

Sejatinya, seorang muslim tunduk dan taat hanya kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Apa yang diperintah Allah dan Rasul adalah kebaikan bagi seorang muslim. Sebaliknya apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya adalah suatu keburukan.

Tidur setelah Shubuh dan sebelum shalat Isya’ bukanlah suatu kebaikan. Sebab, Rasulullah SAW sendiri telah melarangnya. Wallahua’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: