Peran Zionis Dalam Kebijakan Luar Negeri AS

15 May, 2007 at 5:42 am (Artikel)

Terbentuknya gerakan Zionisme Internasional sebagai salah satu sekte dalam mazhab Yahudi dapat disebut sebagai proses sejarah yang tragis dan tidak alami, serta patut disesalkan. Dewasa ini, segelintir orang Zionis menguasai modal yang sangat besar sehingga mereka menguasai sumber-sumber keuangan dan ekonomi di berbagai penjuru dunia. Kekuasaan besar yang mereka miliki itu dimanfaatkan untuk meraih berbagai kepentingan-kepentingan illegal kaum Zionis.

Bila kita melihat sepak-terjang orang-orang Zionis di negara-negara Barat, akan terlihat bahwa betapa dalam pengaruh dan dominasi kaum Zionis di tengah para politisi, pelaku ekonomi, dan media masaa. Besarnya dominasi kaum Zionis ini dapat kita lihat dengan sangat jelas di AS. Zionis bahkan telah menjadikan AS sebagai pusat aktivitas mereka karena AS adalah negara yang sangat berpengaruh di dunia, sehingga bila Zionis menguasai AS, pada saat yang sama, mereka juga mempunyai pengaruh dan hegemoni di berbagai penjuru dunia.

Infiltrasi kaum Zionis di AS memiliki sejarah yang tidak terlalu panjang. Awalnya, mereka beraktivitas Inggris, namun setelah memperhitungkan bahwa dengan menguasai Inggris saja, kebutuhan dan kepentingan illegal kaum Zionis tidak akan terpenuhi, mereka pun berpaling kepada AS. Pengubahan pusat aktivitas ini diresmikan dalam Konferensi Baltimore pada tahun 1942. Sejak saat itu, Zionisme berusaha untuk menguasai berbagai posisi kunci dan pusat-pusat kekuasaan di AS. Berbagai kelompok Yahudi dibentuk demi mempengaruhi penetapan kebijakan politik luar negeri AS, agar melindungi Rezim Zionis yang didirikan pada tahun 1948. Pada tahun 1959, para pemimpin kelompok-kelompok Yahudi ini mendirikan sebuah komite bersama agar langkah mereka menjadi sinergis dan usaha untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri AS menjadi semakin kuat.

Dewasa ini, kaum Zionis memainkan peran yang tidak bisa dipungkiri lagi dalam menentukan keputusan para politisi AS di berbagai bidang, terutama di bidang kebijakan luar negeri. Sejak dekade 1980-an, hampir 70 persen orang Yahudi yang bermukim di AS berhasil memiliki pekerjaan tingkat atas di lembaga pemerintahan dan mereka menguasai 95 persen pos-pos kunci. Fenomena penting yang membantu meningkatkan pengaruh kaum Zionis di AS adalah ketika AIPAC mulai berhasil menghegemoni berbagai pos kekuasaan di AS. AIPAC atau Komite Hubungan Israel-Amerika didirikan pada tahun 1953 dan kini telah menjadi organisasi Zionis yang paling kuat di AS. AIPAC memiliki cabang di berbagai penjuru AS dan memiliki jaringan lobi yang sangat berperan dalam penentuan keputusan yang diambil Gedung Putih.

Kaum Zionis AS menggunakan berbagai metode dalam mempengaruhi kebijakan politik AS, yang terbagi dalam dua metode umum, yaitu metode langsung dan tidak langsung. Salah satu metode tidak langsung yang paling banyak dilakukan oleh Zionis adalah penyebaran pengaruh melalui media massa. Selain itu, orang-orang Zionis AS menyelenggarakan berbagai seminar yang bertujuan untuk menekan Gedung Putih secara tidak langsung.

Sementara itu, usaha untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri AS secara langsung dilakukan orang-orang Zionis dengan cara menginfiltrasi pemerintah, Kongres, dan Dewan Tinggi AS. Hal ini sangat mungkin dilakukan oleh orang-orang Zionis di AS karena mereka menguasai sumber-sumber keuangan dan ekonomi negara itu. Berbagai bank besar dan perusahaan raksasa di AS dikuasai oleh orang-orangYahudi. Berdasarkan data, 20 pesen dari milyader AS adalah orang-orang Yahudi, padahal populasi orang Yahudi di AS hanya 3 persen. Dengan kondisi ini, tak heran bila kaum Zionis dengan sebuah program meluas yang terencana, mampu menggunakan segala cara untuk menekan pemerintah AS agar menetapkan kebijakan luar negeri yang sesuai dengan kepentingan Zionis.

Media massa AS merupakan alat yang sangat berperan bagi kaum Zionis dalam mempengaruhi kebijakan luar negeri yang diambil oleh Gedung Putih. Orang-orang Zionis tidak hanya menguasai jaringan media massa di AS, melainkan juga jaringan media massa yang menguasai arus informasi di berbagai penjuru dunia. Dewasa ini, sekitar 80 persen jaringan media massa AS dikuasai oleh kaum Zionis. Itulah sebabnya dunia jurnalistik di AS tidak bisa melakukan kritik terhadap Zionisme. Kalaupun ada jurnalis yang berani menyuarakan kritikannya atas Zionisme, dia akan segera dikeluarkan dari tempatnya bekerja.

Media-media massa di bawah kontrol orang-orang Zionis di AS melakukan rekayasa informasi dan opini demi menggiring para pengambil keputusan di Gedung Putih untuk memiliki opini sebagaimana yang dikehendaki oleh Zionis. Opini itulah yang kemudian akan berperan dalam berbagai pengambilan keputusan terkait kebijakan luar negeri AS. Melalui media massa pula, Zionisme mengangkat pamor tokoh-tokoh politik AS agar mendapat banyak suara dalam pemilu, atau sebaliknya menjatuhkan tokoh-tokoh politik yang tidak disukainya agar gagal dalam pemilu.

Melalui cara itu, tak heran bila para politisi AS sangat bergantung kepada lobi-lobi Zionis. Dalam pemilu Kongres misalnya, para senator yang ingin meraih kursi berlomba-lomba untuk mencari dukungan dari organisasi-organisasi Zionis. Dukungan yang diberikan oleh kaum Zionis dalam hal ini antara lain berupa dana untuk kampanye serta propaganda media massa. Sebagai imbalannya, ketika telah terpilih, para senator itu harus mengambil keputusan-keputusan yang berpihak kepada Rezim Zionis.

Dalam sebuah polling yang disebarkan di antara anggota Kongres, ditanyakan alasan mengapa mereka selalu berpihak kepada Rezim Zionis. Mereka menjawab, hal itu dilakukan agar dalam pemilu mendatang, lobi-lobi Zionis pun menolong mereka agar kembali terpilih. Sebaliknya, para senator yang berani menyuarakan kritikan terhadap rezim Zionis, bisa dipastikan bahwa peluang kemenangannya dalam pemilu mendatang akan menjadi sangat kecil. Profesor Cheryl Roonberg dalam masalah ini mengatakan, “Para anggota Kongres yang tidak menjalin hubungan dekat dengan para pelobi terkemuka Zionis akan menghadapi masalah berat dalam pemilu selanjutnya.” Tak heran bila selama 60 tahun masa berdirinya Rezim Zionis, Kongres AS selalu mengambil keputusan dengan suara mayoritas yang berpihak kepada rezim illegal tersebut.

Menurut keyakinan sebagian besar pengamat politik, dewasa ini pengaruh yang dimiliki rezim Zionis terhadap pemerintah AS jauh lebih besar daripada masa-masa sebelumnya. Pemilihan presiden AS baru-baru ini menunjukkan betapa besar infiltrasi kaum Zionis dalam dunia politik AS. Selama ini, setiap kandidat presiden di AS memang selalu berusaha mencari dukungan dari kaum Zionis Amerika. Dalam pemilu kepresidenan terakhir AS, saingan George W. Bush, yaitu John Kerry juga sudah berusaha mencari dukungan dari Zionis, namun keberpihakan Zionis kepada kubu Bush telah membuka jalan bagi kemenangan Bush.

Sebagai akibatnya, kini, lebih dari masa-masa yang lalu, pemerintah AS sangat total mendukung Rezim Zionis. Kubu neo konservatif dan kelompok Zionis-Kristen yang kini berkuasa di dalam tubuh pemerintahan dan Kongres merupakan otak dari berbagai kebijakan luar negeri AS yang sangat konfrontatif. Demi mendukung Rezim Zionis, Gedung Putih di bawah kepemimpinan Bush telah memberikan tekanan keras terhadap Suriah, Libanon, Palestina, dan Iran. Atas usaha AS, keberadaan tentara Suriah di Libanon yang bertujuan membantu pemerintah Libanon dari ancaman serangan Israel kini terpaksa ditarik mundur.

Kemenangan kelompok HAMAS dalam pemilu di Palestina juga mendapatkan berbagai penentangan dan gangguan dari pemerintah Gedung Putih. Republik Islam Iran yang selama ini selalu gigih menyuarakan pembelaan terhadap bangsa Palestina pun ditekan melalui tuduhan-tuduhan pembuatan senjata nuklir.

Berbagai kebijakan perang di Irak dan Afganistan yang dilancarkan AS pun tak lepas dari ambisi kaum Zionis yang ingin menguasai Timur Tengah. Padahal, hal ini sudah terbukti merugikan kepentingan rakyat AS sendiri. Dana negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat AS, kini malah lebih banyak disedot untuk membiayai perang. Dengan demikian, bisa dikatakan, sesungguhnya AS adalah negara yang secara politis sedang dijajah oleh gerakan Zionisme Internasional.[ahs/berbagai sumber]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: