MENGUAK SPONSOR TERORISME DI INDONESIA DAN DUNIA UMUMNYA

15 May, 2007 at 3:33 am (Artikel)

Oleh : Annisa-Haqque

Media massa Barat turut membangun opini bahwa aktivitas terorisme kelompok Dr Azahari berkaitan dengan perjuangan Islam, yaitu sebagai perlawanan umat Muslim terhadap penjajahan AS dan sekutunya di negeri-negeri Muslim, khususnya di Irak dan Afganistan. Opini ini telah diterima oleh sebagian besar masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia . Akibatnya, aksi terorisme yang sangat kejam itu dianggap sebagai aktivitas kelompok Islam atau bahkan aktivitas kaum Muslim secara umum dalam merespon penjajahan AS tersebut.

Penemuan VCD teror kelompok Azahari dan Nurdin M Top oleh polisi yang kemudian ditayangkan oleh hampir semua media massa dalam dan luar negeri, sepertinya membenarkan thesis Barat selama ini bahwa Indonesia (sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia), telah dijadikan basis terrorist Islam Fundamentalis melawan AS dan negeri Barat yang demokratis lainnya, sehingga kini dapat julukan baru : Negeri Sarang Terrorist (seperti yang pernah dituduhkan mantan PM Singapura, Lee Kwan Yew).

Sampai saat ini, sosok warga asing bernama Dr Azahari dan koleganya Nurdin Top, masih sangat kabur. Namanya baru mencuat di publik Indonesia setelah Ali Imron, tersangka kasus Bom Bali I, menyebut nama Azahari bin Husin sebagai peracik bahan peledak bom tersebut. Sejak saat itu sosok Azahari menjadi berita utama di media massa , bahkan polisi kemudian mengekspos wajahnya bersama Noor Din M Top melalui selebaran. Setelah peristiwa Bom Bali I, dia disebut-sebut oleh polisi sebagai otak dari setiap aksi pengeboman di Indonesia . Dia, misalnya, disebut sebagai dalang Bom JW Marriot Agustus 2003 yang menewaskan 11 orang. Pria berkebangsaan Malaysia ini juga dinyatakan sebagai otak Bom Kuningan September 2004 yang menewaskan 5 orang. Terakhir, Azahari juga disebut sebagai aktor Bom Bali II pada 1 Oktober 2005 yang menewaskan 22 orang.

imageLalu ada figur asing lainnya, Oemar Al-Farouk yang dikabarkan melarikan dari penjara super ketat AS di Afghanistan, yang selama ini malang melintang membuat teror di negeri ini. Ketiga orang ini semuanya figur asing yang mengatas-namakan Islam untuk melawan hegemoni AS dan sekutunya.

Anehnya, medan “jihad” yang dijadikan laboratorium bomb untuk melawan kepentingan AS, adalah Indonesia, bukan Singapore yang menjadi basis keuangan kapitalisme global misalnya, atau Filipina yang memang menjadi shohib AS sejak lama.

Siapa Sponsor Terorisme di Indonesia Khususnya dan Dunia Umumnya?

Kalau kita mau menguak sumber-sumber populer di internet, akan banyak sekali situs yang membahas dan menulis seputar dalang atau sponsor terorist di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Umumnya petualangan elit Whasington itu menggunakan kaki tangan badan intelejen CIA. Tujuannya hanya satu, menjaga kepentingan AS (terutama yang menyangkut kekayaan alam dan pasar industrinya) agar jangan dirongrong oleh kekuatan musuh. Gaya hidup masyarakat AS yang sangat rakus dan tamak itu, memerlukan supply barang dan jasa serta energy yang sangat-sangat besar dan banyak sementara negeri itu sendiri tak bisa memenuhi dari kekayaan alamnya sendiri. Itulah sebabnya, kalau dilakukan studi sejarah tentang petualangan AS di dunia sejak awal abad 20 ini, sasarannya selalu negeri-negeri yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, dan pasar ekonomi yang luas untuk menampung pasaran industrinya. Anda bisa lihat hal itu di situs tentang AS Sponsor Utama Terorisme dan situs seputar Petualangan AS sebagai Negara Imperialisme atau di situs ini.

Indonesia juga tak lepas dari permainan AS, termasuk berbagai macam bentuk makar di masa lalu. Sebuah situs menarik bisa anda klik untuk melihat bagaimana AS selama ini menjadi sponsor utama kekacauan dan teror di Indonesia, dan bisa saja dibalik Dr Azahari cs itupun, mereka juga. Silahkan anda lihat situs Fakta Sejarah Seputar Keterlibatan Amerika sebagai Sponsor Terorisme di Indonesia . Bahwa AS adalah sponsor utama terorisme, juga diungkapkan oleh orang dalam Pemerintahan AS sendiri, simaklah situs ini: The US is one of the leading terrorist states in the world.

Situs “Anshar-net” dimiliki Perusahaan Webhosting Israel dan Diplomat Timteng Pensupply Dana dari Israel?

Pakar TI Indonesia, Roy Suryo dan Ario Laksmana, adalah milik perusaan wwbhosting Israel, yaitu ns.israel-webhosting.com. Jadi bisa saja, situs itu memang disponsori mereka. Sehingga siapa dibalik Azhari dan M Top mulai semakin terkuak saja (dikutip dari detik.com, 20/11/2005, klik judul “Situs Teroris Anshar.Net Hasil Carding” pada halaman ini.

Sementara itu, Riza Sihbudi, pakar Timur Tengah, diplomat asing asal Timteng yang diduga sebagai kurir pensupply dana para terorist ini diduga kuat adalah diplomat Israel (lihat berita mediaindo.co.id hari ini

Inti Masalah: Kebencian Terhadap Islam

Dengarkanlah apa kata President Bush saat dia berpidato di depan undangan National Endowment of Democracy (Kamis, 6 Oktober 2005 ) dan dihadapan undangan the Ronald Reagan Presidential Library dalam kesempatan lain . Bush menyebutkan secara jelas ideologi Islam di balik aksi-aksi terorisme dunia internasional yang menjadi musuh nyata Amerika Serikat saat ini. Dia mengatakan : “The murderous ideology of the Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals can be sacrificed to serve a political vision (Ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar dari abad baru kita. Seperti ideologi komunis, musuh baru kita mengajarkan bahwa individu yang tidak bersalah bisa dikorbankan untuk melayanakan sebuah visi politik).

Ada 6 kali kata-kata Islam radikal dia sebutkan dalam pidatonya. Bush mengatakan : “Some call this evil Islamic radicalism; others, militant Jihadism; still others, Islamo-fascism (Beberapa menyebutnya dengan setan radikal islam, yang lain menyebutkan militan jihad, ada juga yang lain menyebutnya, islam fascis),” .

Penyebutan Islam radikal sebagai ideologi di balik serangan terorisme ini disambut baik oleh Walid Phares, pakar terorisme dan profesor pada Middle East Studies. Komentarnya: Finally, four years after the bloodiest Jihadi attack on the Western Hemisphere, and perhaps worldwide, the President of the United States named the enemy (Akhirnya, empat tahun setelah serangan jihad paling berdarah pada belahan bumi Barat, dan mungkin seluruh dunia, Presiden AS menyebut Islam sebagai musuh)”. (CNSNews.com, 7 Oktober 2005)

Bush juga menyebutkan tujuan dari ideologi Islam ini yakni mendirikan pemerintahan Islam dunia yang disebut oleh Bush dengan istilah imperium Islam dari Maroko sampai Indonesia yang akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia dan menggantikan pemerintahan moderat di negeri-negeri Islam. “The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia (Kaum militan percaya dengan mengontrol satu negara akan menggerakkan masa umat muslim, dan memberikan kemampuan buat mereka untuk menggulingkan seluruh pemerintahan moderat di daerah tersebut dan mendirikan sebuah imperium Islam radikal yang terbentang dari Spanyolke Indonesia).

Bush dalam pidatonya mengatakan, “The murderous ideology of the Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals can be sacrificed to serve a political vision” (Ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar bagi kita pada abad ini. Seperti ideologi komunis, musuh baru kita ini mengajarkan individu yang tidak bersalah boleh dikorbank untuk mencapai visi politiknya). Bush meletakkan pengertian umum ‘Islam Radikal’ untuk memasukkan semua perjuangan Islam, termasuk bila ummat muslim berbiat menerapkan ajarannya dengan murni (back to fundamentalism).

Sebenarnya, Ideologi Islamlah yang dikhawatirkan oleh AS. Ideologi ini jika dilaksanakan dan diterapkan oleh kaum muslim pasti akan meruntuhkan ideologi Kapitalisme. Ideologi Islam akan menyatukan umat Islam dibawah naungan Daulah Khilafah Islam, sebuah negera yang berideologi Islam dan bersifat global. Umat Islam di bawah Khilafah juga akan menerapkan syariat Islam untuk mengatur kehidupan mereka sehari-hari.

Dengan penerapan ideologi Islam berikut sistemnya, Kapitalisme akan ditinggalkan dan dilupakan. Jelas ini akan mengancam keberadaan penjajah AS. Karena kunci keberhasilan penjajahan AS tidak lain kalau umat Islam masih menganggap ideologi Kapitalisme baik buat mereka dan masih diterapkan dinegeri-negeri Islam.

Oleh karena itu, peperangan ideologi yang bermula dari perang pemikiran adalah yang paling ditakuti oleh AS. AS menjalankan perang pemikiran ini agar umat Islam menganggap Ideologi Kapitalisme cocok untuk mereka. Sekaligus AS lewat perang pemikiran ini berupaya melemahkan pemikiran umat Islam dan membangun kebohongan terhadap ideologi Islam serta mencegah perjuangan untuk mengembalikan Khilafah Islam.

Pada tahun 2002, bekas Menteri Pertahanan AS, Paul Wolfowitz mengatakan, “Saat ini, kita sedang bertempur dalam perang melawan teroris, perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar kita hadapi adalah perang pemikiran, ini jelas merupakan tantangan, namun akan juga kita menangkan”

Pada tahun 2004, Penasehat Keamanan AS, Condoleeza Rice juga mengatakan, “kemenangan sebenarnya tidak akan muncul hanya karena teroris dikalahkan dengan kekerasan, tapi kalau ideologi kematian dan kebencian dikalahkan”

AS yakin dapat mengalahkan peperangan bersenjata yang dilakukan oleh sebagian umat Islam. Karena kekuatan persenjataan AS jauh lebih baik dibanding dengan para pejuang. Namun begitu, AS menyadari bahwa kekuatan ideologi Islam yang dianut oleh para pejuang yang mukhlis tidak akan mudah dikalahkan dan dihancurkan. Ideologi Islam secara fitrah lebih mudah menarik hati dan pikiran masyarakat.

Dalang Kekacauan, Peperangan Menurut Al-Qur’an?

Ada sebuah ayat dalam Qur’an yang menjelaskan kepada ummat manusia untuk sepanjang masa, bahwa siapakah dalang sebenarnya dari banyak peperangan, kekacauan, revolusi atau teror di berbagai belahan bumi ini. “…. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan, QS.5:64 . Keyakinan akan kebenaran ayat Allah yang satu ini, kalau kita melihat perjalanan sejarah ummat Islam sejak nabi saw hidup hingga zaman ini, banyak sekalai bukti kasat mata tentang keterlibatan kaum Yahudi dalam setiap kekacauan. Dalam kasus Perang Ahzab misalnya, menunjukkan bagaimana prilaku bekas pengikut nabi Musa as ini menikam kaum muslimin dari belakang dengan bersekutu dengan pihak musyrik Makkah waktu itu. Setelah peristiwa itu tercatat pula tidak sedikit keterlibatan mereka dalam membuat intrik-intrik politik sehingga Nabi saw pada akhirnya mengusir mereka untuk selama-lamanya dati tanah Hijaz hingga sekarang ini.[ahs/swaramusim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: