Kejahatan Tiada Akhir Rezim Zionis

15 May, 2007 at 5:58 am (Artikel)

Di hari-hari terakhir, Jalur Gaza – di tanah-tanah pendudukan Palestina – kembali bergolak dengan digelarnya aksi-aksi kejahatan yang tiada taranya. Para tentara rezim zionis, menggunakan meriam, tank, helikopter dan pesawat-pesawat tempur, meningkatkan pembantaian terhadap rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza. Tentu saja pembunuhan terhadap rakyat Palestina oleh pasukan militer zionis, sudah merupakan kegiatan rutin dan biasa bagi para pejabat Tel Aviv. Puluhan tahun Palestina telah dijajah oleh kaum zionis, dan selama itu jutaan orang Palestina, yang tinggal di kamp-kamp yang menyebar di beberapa negara, tengah menanti suatu hari dimana mereka akan kembali ke kampung halaman mereka sendiri.

Akan tetapi rezim zionis secara terus menerus meningkatkan aksi-aksi kekerasan dan kejahatannya. Teror terhadap rakyat dan tokoh-tokoh penting Palestina, yang merupakan agenda kerja tetap rezim zionis, di hari-hari ini mengalami peningkatan yang tiada taranya. Akibatnya, hingga kini telah ribuan orang dari rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban terorisme negara rezim ilegal zionis. Kejahatan-kejahatan rezim zionis tidak terbatas dengan membunuhi warga Palestina. Hingga kini rezim teroris ini juga telah membumihanguskan sejumlah besar ladang pertanian dan rumah tempat tinggal milik rakyat Palestina. Di samping itu, dengan membangun tembok pemisah yang dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid” praktis rezim zionis telah mencaplok sebagian darikawasan Tepi Barat Sungai Jordan.

Pembunuhan dan teror terhadap rakyat Palestina dan pemusnahan sawah dankebun, rumah dan instalasi serta pusat-pusat perekonomian mereka, membuktikan kedahsyatan kejahatan-kejahatan rezim zionis. Selama beberapa lalu pun, rezim ini telah membuktikan bahwa mereka tidak mengenal batas dalam kebrutalan dan kekejaman mereka. Saat ini pasukan militer rezim zionis telah memusatkan serangan-serangan brutalnya ke Jalur Gaza. Kawasan dengan luas 365 km persegi, dan dengan 2 juta penduduk, merupakan kawasan terpadat di dunia dari segi jumlah penduduknya. Politik-politik diskriminatif dan serangan-serangan militer rezim zionis, benar-benar telah menghancurkan perekonomian warga Palestina di kawasan ini, sehingga berbagai lembaga internasional telah berkali-kali menyatakan keprihatinan mendalam tentang kondisi mereka itu.

Tampaknya, yang mendorong rezim zionis menggempur lagi kawasan yang telah mereka tinggalkan pada bulan Agustus tahun lalu ini, ialah ketegaran warga Gaza dalam menuntut hak-hak mereka. Meskipun menghadapi tekanan-tekanan ekonomi dan militer, mereka masih tetap menuntut hak-hak mereka, termasuk diakhirinya penjajahan atas Palestina. Dalam hal ini, rakyat Gaza, mengambil jalan perjuangan untuk melawan kekuatan militer rezimzionis, dan sebagian dari mereka telah gugur syahid di atas jalan yang mulia dan suci ini. Dalam serangan terbaru tentara rezim zionis ke Gaza, berbagai cara kekerasan yang sangat keji telah dilakukan, sehingga dapat dikatakan bahwa serangan-serangan ini dilakukan dengan tingkat kegilaan yang mencapai puncaknya dan dengan pelanggaran terhadap seluruh norma kemanusiaan dan peraturan internasional.

Keganasan dan jenis serangan rezim Zionis ke Gaza, yang menggunakan berbagai macam senjata moderen, menunjukkan bahwa tujuan serangan-serangan ini, tidak terbatas hanya terhadap para pejuang Palestina. Hingga kini sudah puluhan orang dari rakyat sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, ikut menjadi korban meninggal atau cidera, dalam serangan-serangan keji zionis ini. Selain itu, hancurnya jembatan-jembatan, jalan-jalan penghubung, bandara, instalasi listrik, dan berbagai infrastruktur ekonomi, merupakan bagian dari agenda kerja pasukanmiliter rezim zionis. Bahkan sejumlah sekolah dan rumah sakit pun tidak selamat dari kekejian serangan-serangan mereka.

Di antara kejahatan lain rezim zionis dalam serangan ke Gaza, yang membangkitkan keheranan semua pihak ialah, penculikan 10 orang anggota delegasi pemerintahan dan 25 anggota parlemen serta sejumlah wakil Dewan Kota pemerintah Otoritas Palestina. Baru pertama kali inilah terjadi, pasukan militer suatu rezim ilegal menculik para menteri dan wakil pemerintahan lain. Padahal berdasarkan perjanjian Oslo, rezim zionis mengakui keabsahan pemeirntahan Palestina. Dengan demikian, rezim zionis kembali menunjukkan bahwa mereka bahkan tidak memiliki komitmen terhadap perjanjian-perjanjian mereka, dan hanya mampu berbicara dengan bahasa kekerasan.

Para pejabat Tel Aviv, menjadikan masalah penawanan seorang tentara rezim zionis, sebagai alasan serangan luas mereka ke Jalur Gaza. Tentara zionis ini ditawan oleh para pejuang Palestina dalam sebuah bentrokan yang terjadi sebelumnya. Dalam bentrokan tersebut dua tentara zionis tewas. Para pemimpin rezim teroris ini menyerang dan membunuhi warga Palestina di Jalur Gaza dengan alasan tertawannya seorang tentara mereka, padahal sudah bertahun-tahun mereka menahan ribuan warga Palestian yang sebagiannya mereka lakukan tanpa alasan apa pun, dan menyiksa mereka di penjara-penjara rezim ini yang sangat menakutkan. Pada saat ini sekitar 10.000 orang Palestina mendekam di penjara-penjara rezim zionis, dimana sekitar 1000 orang dari mereka terdiri dari perempuan, anak-anak dan orang tua. Untuk itu, salah satu syarat para pejuang Palestina untuk membebaskan seorang tentara zionis yang mereka tawan itu ialah pembebasan para tahanan Palestina , yang ditolak oleh rezim Tel Aviv.

Realitas mengatakan bahwa serangan beberapa kelompok pejuang Palestina terhadap pasukan militer rezim zionis, biasanya dilakukan sebagai balasan aksi-aksi kejahatan rezim ini. sebagaimana yang terjadi sebelum ini, pasukan militer rezim zionis membantai sepuluh warga sipil yang merupakan anggota sebuah keluarga Palestina, yang tengah berwisata di pantai Gaza. Akibat serangan yang amat kejam tersebut, hanya “Huda Ghaliyah” seorang anak gadis kecil, yang tersisa dari keluarga tersebut, yang hingga kini masih sering histeris ketika mengingat pemandangan yang sangat memukul jiwanya sebagai seorang anak kecil perempuan, yang menyaksikan jasad kedua orang tua dan saudara serta anggota keluarganya yang lain, bergelimpangan dengan kondisi yang sangat menyeramkan di sekitarnya.

Berita-berita bergambar yang menayangkan keadaan gadis kecil ini yang menangis dan berteriak-teriak histeris sendirian di samping tubuh ayahnya yang bergelimang darah, dan berbagai jasad lainnya yang ebrserakan di sekitarnya, dimana berita ini disaksikan oleh sebagian besar masyarakat dunia, membangkitkan kesedihan dan kemarahan sebagian besar warga dunia. Tentu saja peristiwa ini hanyalah satu diantara seluruh kejahatan rezim zionis. Beberapa hari setelah tragedi tersebut, pasukan militer rezim ini, dalam waktu satu hari, membantai tiga anak kecil Palestina di bawah usia 8 tahun.

Pembunuhan anak-anak kecil memang merupakan aksi-aksi bengis rezim zionis yang sudah sering terjadi. Bahkan beberapa hari lalu, Ibrahim Gambari, Wakil Bidang Politik Sekjen PBB, dalam laporannya kepada DK mengatakan bahwa dalam masa satu bulan yang lalu, 64 orang Palestina terbunuh di tangan tentara rezim zionis, dimana 11 dari mereka itu adalah anak-anak. Para pengamat politik meyakini bahwa serangan buas rezim zionis ke Jalur Gaza ini, sesungguhnya dilakukan untuk melemahkan pemerintahan Palestina yang saat ini dipegang oleh Hamas. Sejak bulan Januari lalu, ketika Hamas mencapai kemenangan dengan jumlah suara rakyat Palestina yang sangat tinggi, mengalirlah berbagai tekanan berat baik politik maupun ekonomi dari rezim zionis, AS dan Eropa, terhadap Hamas agar menyerah kepada tuntutan-tuntutan ilegal rezim Tel Aviv.

Sayangnya, sejumlah negara Arab dan pihak-pihak tertentu yang menginginkan perdamaian dengan rezim zionis, ikut menekan Hamas untuk menghentikan penentangannya terhadap rezim penjajah ini. Serangan zionis ke Jalur Gaza, sesungguhnya merupakan cara terakhir Tel Aviv untuk menjatuhkan pemerintahan sah Palestina pimpinan Hamas, atau paling tidak, untuk memaksanya agar bersedia menjulurkan tangan perdamaian kepada rezim zionis. Dengan demikian, dengan berbagai kejahatan terbarunya di Jalur Gaza, kembali rezim zionis menghadapkan pengakuan negara-negara Barat sebagai pembela HAM dan demokrasi, kepada tanda tanya besar yang sangat serius.

Usaha negara-negara Barat dengan menggunakan berbagai alat politik dan ekonomi untuk menggulingkan pemerintahan sah Palestina pimpipnan Hamas, membuktikan dengan jelas bahwa negara-negara Barat ini sama sekali tidak memiliki komitmen terhadap demokrasi dan suara rakyat yang sesungguhnya. Negara-negara Barat ini, bukan hanya tidak melakukan langkah serius untuk menghentikan kebiadaban rezim zionis terhadap warga Palestina, bahkan AS mengumumkan bahwa ia akan mencegah keluarnya resolusi apa pun anti rezim teroris Tel Aviv di DK PBB. Dengan demikian sudah semakin jelas bagi warga dunia, siapa penegak demokrasi yang sebenarnya dan siapa yang hanya menjadikan istilah ini sebagai slogan kepentingan politik ilegal dan arogansinya.[ahs/berbagai sumber]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: