DAJJAL DAN EROTISME

10 May, 2007 at 10:41 pm (Uncategorized)

 

DAJJAL DAN EROTISME

imageGerakan anti Pornografi dan pornoaksi, seolah menemukan tantangan besar saat mereka harus berhadapan dengan kelompok yang tanpa malu menunjukan seni sebagai tidak memiliki hubungan dengan agama.

Bahkan, ada yang menganggap “goyang erotis” sebagai ciptaan Tuhan, Sa-a Maa Yaquuluuna. M.B.Ali dan T.Deli dalam Kamus Bahasa Indonesia Citra Umbara Bandung menjelaskan tentang makna Aurat adalah bagian tubuh manusia yang harus ditutupi (tidak boleh kelihatan), kemaluan, organ-organ seks. Sedangkan erotisme berarti berkenaan dengan seks dan rnagsangan birahi. Dari dua batasan tersebut, maka pornografi, pornoaksi dan erotisme, sangat terkait erat dengan pamer aurat dan rangsangan birahi.

Banyak pihak mempertanyakan batasan aurat dan erotisme tersebut, terutama dari kalangan orang yang yang awam atau pura-pura awam terhadap nilai-nilai Islam, atau mereka yang menjadikan standar atau barometer banyak hal dengan rasio atau otak (rasionalis) dan rasa (hedonis) tentu saja menjadi tidak jelas alias kabur, karena pikiran dan perasaan manusia tidak sama.

Sesuatu yang dinilai baik oleh pikiran dan perasaan seseorang belum tentu baik menurut pikiran dan perasaan orang lain. Islam sebagai agama Allah telah memberi batasan yang jelas tentang aurat, khususnya aurat wanita yakni sekujur tubuh kecuali wajah dan tangan sampai pergelangan sepeti dinyatakan Nabi Saw kepada St. Asma binti Abi Bakar dalam riwayat Abu Dawud.

Bahkan dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Saw mengultimatum, orang yang berbaju tapi auratnya kelihatan, misalnya karena kainnya yang tipis atau kainnya yang minim, mereka kelak di akhirat termasuk kelompok orang yang masuk neraka, bahkan tidak akan mencium wangi surga.

Dalam Al-Qur’an surat al Baqarah 204-205 Allah mengingatkan hancurnya sebuah tatan ummat, yang dilakuan oleh kaum munafiq atau Islamophobia antara lain melalui pengrusakan wanita (Al-Hartsa dan generasi muda (An-Nasla).

Ada kecenderungan kuat para Sutradara film, produsen iklan, pemimpin media mengeksploitasi aurat wanita sebagai bagian yang sangat mencolok untuk menarik perhatian yang ujung-ujungnya mengeruk keuntungan materi, dengan mengabaikan tanggung jawab moral.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan naluri kecintaan kepada harta, kecintaan lelaki kepada wanita, dan sebaliknya, seperti diisyaratkan dalam QS. Ali Imran 14. Manusia juga ditakdirkan punya musuh yang sangat berbahaya yang akan menjerumuskannya ke lembah kehinaan dan kenistaan, baik di dunia terutama di akhirat, yakni syetan atau iblis, syetan berusaha menggunakan harta dan wanita sebagai alat memenuhi target dan obsesinya memperbanyak teman di neraka kelak.

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi Nabi Saw mengingatkan bahwa wanita ketika menghadap dan atau membelakangi sering dijadikan alat syetan untuk menggoda kaum lelaki. Sementara cara mendapatkan harta, menggunakannya dan menahan kewajiban yang harus dikeluarkan dalambentuk zakat, infaq, dan sedekah, merupakan strategi lain untuk menjerumuskan manusia.

Syetan juga berusaha mengembalikkan pandangan manusia (dajjal), sesuatu yang baik di kesankan buruk, buruk menjadi seolah baik, Bid’ah seperti sunnah, sunnah menjadi sesuatu yang aneh, Yang haram seperti pamer aurat (erotisme) dipandang sebuah kemajuan, atau moderenitas, sebuah ekspresi seni, dan sebuah kreatifitas. Sedangkan berbusana menutup aurat dipandangan sebagai sebuah kekolotan, keterbelakangan dan primitif.

Ulama yang memprotes erotisme dan sensualitas seperti yang selama ini dipertontonkan dalam bentuk “goyang ngebor” film-film Bollywood dsb, malah dijadikan sebagai terdakwa dengan tuduhan pelanggaran hak asasi seseorang untuk mencari nafkah, dsb.

Pihak-pihak yang mendukung erotisme dan sensualitas diblow-up sedemikian seru oleh media, seolah-olah perilaku dominasi dajjal tersebut baik dan benar. Sementara pihak yang menentang dan memprotesnya hampir tak mendapatkan tempat.

Islam membaut koridor kepada manusia dalam menyalurkan kecintaan kepada lawan jenis melalui pernikahan yang sah menurut syariat Islam. Islam juga sangat peduli terhadap martabat dan keselamatan kaum wanita antara lain dengan mewajibkan menutup aurat.

Anehnya banyak gerakan feminisme yang memprotes atas semakin eskalatifnya pelecehan seksual, malah mendukung erotisme dan sensualitas. Sebuah sikap yang nyata-nyata kontradiktif dan kontraproduktif. Bukankah terjadinya banyak pelecehan terhadap kaum wanita ini disebabkan banyak wanita yang tampil erotis dan sensual ?

Sungguh sangat ironis dalam kasua “Inul” misalnya ada pemuka agama yang berani mengatakan bahwa Inul itu ciptaan Tuhan. Maka goyangannya ciptaan Tuhan, mengapa kita dilarang untuk mencintai ciptaan Tuhan. Subhanallah ! Kalau logika seperti ini yang dipakai, mengapa tidak sekalian berdalih, Syetan dan Iblis juga ciptaan Tuhan, berarti mengikuti ajakannya dan bisikan Syetan juga menghargai Tuhan ? Na’udzu Billaahi.

Sungguh naïf dan egois, dalih dan logika HAM dipakai untuk melegalkan hal-hal yang nyata bertentangan dengan agama, etika dan moral. Kebebasan untuk berekspresi, berkreasi dalam bidang seni bukanlah kebebasan tanpa batas. Tetapi dibatasi oleh nilai- nilai dan norma yang bukan saja diakui tapi juga diyakini kemutlakannya.

Pernyataan bahwa seni tidak ada kaitan dengan agama, hanya layak diungkapan oleh orang yang tidak beragama. Seorang penganut agama yang baik, mestinya konsekwen dan konsisten memberlakukan nilai-nilai agamanya dimanapun dia berada. Kita memang bukan berada di sebuah negara yang berdasarkan islam, tapi bukankah banyak ajaran Islam yang harus dan bisa diamalkan tanpa harus menunggu adanya Daulah Islam ?

Wallahu ‘alam

Oleh : KH. Drs. SHIDDIQ AMIEN, MBA
*) Dikutip dari Malajah Risalah Rubrik “Alas Kata” Edisi No. 3 Th. 41 Rabiuts Tsani 1424 H / Juni 2003 M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: