AL-AQSHA HAQQUNA

5 February, 2007 at 7:15 am (Artikel)

Oleh : Ali Farkhan Tsani

Anggota Knesset dan Pimpinan Perlawanan Islam Palestina Ibrahim Sarsour mengingatkan Israel masih terus melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha untuk membangun terowongan, sehingga pondasi Al-Aqsha terancam. 

Dalam laporan harian Libanon Amal Syahadah, seperti diberitakan pada Dialog Jumat Republika edisi Jumat 26 Januari 2007, sejumlah terowongan di bawah masjid sudah dibangun menggunakan beton. Seluruh lantainya dipasangi bahan kaca. Tak sembarang orang bisa memasuki terowongan yang merupakan tempat ziarah kaum Yahudi ini. Orang di luar Yahudi tidak diperbolehkan memasukinya. Sementara pintu masuknya dijaga ketat tentara Yahudi bersenjata lengkap. Penggalian tersebut semakin mendekatkan Israel pada tujuannya, yaitu menguasai secara penuh Masjid Al-Aqsha yang menjadi hak kaum muslimin. 

Al-Aqsha Haqquna  

Al-Quran telah memuat dokumen khusus tentang kepemilikan Masjid Al-Aqsha di Palestina. “Maha suci Allah yang telah meng-isra-kan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan ayat-ayat Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat “. (QS Al-Isra : 1). Ayat mulia ini memberikan amanat kepada kaum muslimin untuk menjaga rumah-Nya yang suci. Allah memberikan amanah tanggung jawab, pemeliharaan, dan penjagaan dari srtiap penodaan dan perubahan kepada kaum muslimin. Ayat ini menjadi dokumen yang mengingatkan kaum muslimin akan tanggung jawabnya terhadap haknya atas Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya. Al-Aqsha adalah hak kaum muslimin seluruh dunia tanpa membedakan asal, suku, ras, golongan, warna kulit, kekayaan dan jabatan (Al-Aqsha Haquna).  Al-Aqsha di Palestina adalah kiblat pertama kaum muslimin, sebelum Allah memerintahkan mengubah arah kiblat ke Masjid Al-Haram. Sebab paling kuat disyari’atkannya shalat menghadap Bait Al-Maqdis Al-Aqsha adalah banyaknya berhala di Baitullah Makkah waktu itu.  Rasulullah shalat menghadap Masjid Al-Aqsha sewaktu berada di Mekkah sebelum Hijrah. Setelah hijrah Rasulullah shalat menghadap Aqsha selama 16 bulan, kemudian Beliau shalat menghadap Ka’bah (Masjid Al-Haram) Mekkah.  

Keutamaan Al-Aqsha disebut, “Shalat di Masjid Al-Haram sama dengan 100.000 shalat di masjid lainya, dan shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sama dengan 1.000 shalat di masjid lainya, dan shalat di Masjid Al Aqsha sama dengan 500 shalat di masjid lainya”. (HR Ath-Thabrani).  Dalam riwayat hadits Al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Abu Daud dari Abu Hurairah, “Tidak boleh mengkhususkan melakukan perjalanan kecuali kepada tiga Masjid. Yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), Masjid An-Nabawi (di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”.   Landasan aqidah ayat dan hadits di atas menunjukkan ketinggian masjid Al-Aqsha di dalam Islam, menekankan pentingnya kaum muslimin memperhatikan Masjid Al-Aqsha serta menekankan tanggung jawab umat Islam di seluruh dunia dalam membela dan menjaga masjid tersebut. Tidak boleh membiarkan atau melalaikannya dikuasai oleh yang bukan haknya, seperti berlangsung saat ini.  Dalam reorientasi Al-Aqsha Haqquna, Khalifah Rasyidah Umar bin Khattab telah melakukan perjalanan ke Palestina, ketika penduduk negeri itu mensyaratkan bahwa yang berhak menerima penyerahan Palestina harus Umar sendiri selalu pemimpin umat Islam (Khalifah). 

Di dalam risalah Filistin Dirasat Manhajiah fi Al-Qodhiyah Al-Filistiniyah karya DR. Muhsin Muhammad Shalih disesbutkan, Khalifah mengadakan perjanjian tertulis “Al-Alahdah Al-Umariyah”, bahwa warga Nasrani Palestina memberikan mandat kepada Khalifah Umar : diri mereka, harta mereka, orang yang sembuhnya, dan semua kepecayaan di sana, untuk dijaga dan dipelihara oleh Islam. Semangat Al-Aqsha Haquna serupa diwarisi oleh Komandan Perang Salahuddin Al-Ayyubi yang bersumpah kepada dirinya untuk tidak akan tersenyum selama hidupnya sebelum membebaskan Bait Al-Muqaddas Al-Aqsha, dari kekuasaan tentara Salibis yang juga bukan haknya. Hingga tanggal 27 Rajjab 573 H. / 2 Oktober 1187 Al-Aqsha dapat dibebaskan kembali dari penjajahan yang telah menguasai selama 88 tahun.  

Generasi terakhir Khilafah Mulkan Sulthan Abdul Hamid II ) tahun 1876-1911)Mempertahankan hak muslimin dengan tidak memberikan sejengkalpun tanah Palestina untuk selain umat Islam yang memang yang bukan haknya. Sentral kepemimpinan umat Islam di Palestina berlangsung selama 1.200 tahun hingga tahun 1917. 

MOMENTUM MUHARRAM

Kehadiran tahun baru Islam 1 Muharram 1428 Hijriyah bertepatan bulan Januari 2007 ini menjadi momentum bersejarah Al-Aqsha Haqquna. Seperti diungkap Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi, bahwa momentum 1 Muharram 1428 Hijriyah sebagai tahun baik bagi kemajuan bagi pembebasan Al-Aqsha khususnya dan Palestina umumnya. Dalam sambutan tertulis Tabligh Akbar Pembebasan Al-Aqsha Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Kalimantan Barat (Metro Pontianak edisi Sabtu 20/1), Fariz menghargai upaya-upaya terpuji dan solidaritas prinsipil dalam langkah nyata membela Masjid Al-Aqsha. Melalui sosialisasi Al-Aqsha Haqquna terus bergulir seruan agar membela Masjid Al-Aqsha yang berlimpah berkah dan seluruh tempat suci di Palestina dari kezaliman dan pendudukan Yahudi Zionis Israel.  Zionis dengan sekutu-sekutunya telah menodai citra mulia Al-Aqsha dan menjadikannya sebagai kancah pemerkosaan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terburuk sepanjang sejarah peradaban manusia. Seperti menguasai, melakukan pembakaran, pelarangan untukl shalat, pembunuhan, bahkan rencana merobohkan Al-Aqsha lewat jalur terowongan, serta menggantinya dengan sinagog Yahudi. Terhitung sejak tahun 1967 sampai sekarang, ratusan kali terjadi insiden berdarah yang melibatkan Yahudi Israel yang melecehkan bahkan merusak masjid kiblat pertama umat Islam tersebut. 

Sebagai bentuk rasa cinta umat Islam terhadap rumah Allah, masjid mulia, tempat penuh berkah, negeri para anbiya, seluruh umat Islam wajib merapat shaf dalam satu barisan terpimpin (Khilafah). Sebagaimana khalifah terdahulu membebaskan Al-Aqsha, Umar bin Khattab, Salahuddin Al-Ayyubi, hingga Sulthan Abdul Hamid II mempertahankan Al-Aqsha sebagai hak muslimin. 

Sosialisasi Al-Aqsha Haqquna layak digulirkan ke seluruh dunia di momentum tahun baru 1428 Hijriyah ini, secara kontinyu, sistematis, dan integral seluruh kekuatan umat islam, hingga Al-Aqsha kembali kepangkuan muslimin. Seperti yang Allah janjikan di dalam kalam suci-Nya. “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”. (QS Al-Isra : 5).  “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar”. (QS Al-Isra : 6). “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (QS Al-Isra : 7). 

Untaian ayat Al-Quran di atas kiranya menjadi energi pembangkit perjuangan umat Islam membebaskan Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah. Kebangkitan kesatupaduan umat Islam lewat issu sentral Al-Aqsha Haqquna merupakan suara peringatan dan teriakan menggema di angkasa bersandar pada Al-Quran. Sebuah kekuatan yang oleh Paul Smith, seorang orientalis berkebangsaan Jerman, disebut sebagai Kekuatan Internasional di Hari Esok.Sebuah ikatan kokoh yang sanggup menghimpun segenap kaum muslimin dari berbagai macam kebangsaan.  Bogor, 7 Muharram 1428 H.26 Januari 2007 M. 

Penulis,Ttd.Ali Farkhan Tsanid.a. Kampus Al-Fatah Cileungsi, Bogor, 16820

HP : 0813 6920 4675

1 Comment

  1. Ibnu said,

    Alhamdulillah,saya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, bahwa detik ini saya masih bisa menyaksikan Al-Aqsha tetap berdiri. Namun Al-aqsha masih dalam kungkungan zionis Yahudi LA’NATULLAHI WAL MALAIKATI WANNASI AJMA’IN. Perjuangan merebut kembali Al-Aqsha belum selesai…. Wahai Yahudi la’natullah, tolong DICATAT, saya pribadi IBNU KHALDUN dibelakang saya ada kaum muslimin dan ribuan malaikat menyatakan: GENDERANG MEREBUT KEMBALI AL-AQSHA BELUM SELESAI SAMPAI ENGKAU SEMUA MENYERAHKAN KEMBALI AL-AQSHA KEPANGKUAN MUSLIMIN. (WE’RE NOT GIVE UP TO RETURN AL-AQSHA TO MOSLEM UNTIL WE’LL MEET SYAHID).
    Wahai muslim tidakkah kita sadar? Hidup berfirqah-firqah hanya akan membuat kita LEMAH. Bersatulah didalam Khilafah ‘ala min hajin Nubuwwah atau JAMA’ATUL MUSLIMIN. Hanya demikian kita akan diberi kekuatan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. TIDAK SADARKAH KITA,WAHAI MUSLIM..??? FIRQAH-FIRQAH YANG DIBUAT HANYA AKAN MEMBUAT KITA SUSAH DAN TERBEBANI DI AKHIRAT !!! WAHAI MUSLIM SEGERALAH BERSATU.SATUKAN SHAF, SATUKAN HATI AGAR KITA KEMBALI DALAM KEADAAN RIDHA ILAHI…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: