Iblis itu bernama “HOMOSEKSUAL”

10 May, 2007 at 11:50 pm (Uncategorized)

IBLIS ITU BERNAMA “HOMOSEKSUAL” ( part 3 )


image
Perkawinan Sejenis, Bencana Kemanusiaan yang Dilaknat
Dalam berita dunia yang dipublikasikan oleh www.bbcindonesia.com edisi 01 Desember 2005 diberitakan bahwa peradilan tertinggi Afrika Selatan telah mensahkan undang-undang perkawinan sesama jenis yang sebelumnya dilarang berdasar undang undang yang sekarang.

Pengadilan juga memutuskan untuk mengubah definisi perkawinan dari ikatan antara seorang laki-laki dan perempuan menjadi ikatan antara dua manusia. Alasannya adalah undang undang yang ada sekarang ini mendiskriminasi pasangan homoseksual setelah sepasang lesbian mengajukan banding atas kasus perkawinan mereka. Sebelumnya Mahkamah Agung Afrika Selatan memutuskan bahwa pasangan lesbian Marie Fourie dan Cecilia Bonthuys seharusnya diijinkan menikah, setelah sebelumnya ditolak untuk melakukan pernikahan di gereja oleh Departemen Dalam Negeri. Perlu diketahui bahwa konstitusi Afrika Selatan yang disahkan tahun 1996 merupakan yang pertama di dunia yang secara khusus menghapus diskriminasi pilihan kecenderungan seksual seseorang. Ini dilakukan untuk menjaga HAM walaupun kalangan ‘konservatif’ di Afrika Selatan menolak

Hal yang menarik untuk dikritisi tentunya selain fakta tentang ‘penyimpangan’(baca : homoseksual dan lesbianisme) itu sendiri adalah adanya anggapan bahwa legalisasi perkawinan sesama jenis adalah bagian dari hak asasi manusia yang patut dihormati oleh setiap orang dan ada anggapan bahwa orang yang menolak legalisasi ini adalah konservatif (baca:ketinggalan jaman). Tulisan ini mencoba untuk mendudukan persoalan secara proporsional, jernih dan nyar’i.

Fakta bukan alasan

Kalau kita telusuri sejarah, maka kita akan menemukan bahwa fakta ‘perkawinan’ sesama jenis pernah terjadi pada masa nabi Luth a.s. yakni kelainan yang ada di tengah-tengah kaum Sodum (asal muasal dari kata sodomi). Mereka lebih menyukai sesama jenis dalam hal kecenderungan biologis daripada lawan jenisnya. Saking bejatnya ketika Allah swt mengutus kepada mereka seorang Rasul yang bermaksud memperbaiki kondisi rusak ini seperti nabi Luth dianggap sebagai orang yang sok suci dan mereka menantangnya untuk mendatangkan adzab dari sang Maha Pencipta. Kemudian Allah SWT menurunkan azabnya berupa goncangan bumi dan hujan batu-batuan. Akhirnya mereka semuanya mati kecuali pengikut setia ajaran nabi Luth. Fakta penyimpangan seperti ini belum pernah ada sepanjang jaman sebelum masa nabi Luth, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an : “Dan Luth ketika ia berkata kepada kaumnya sungguh kalian benar-benar telah mendatangkan kekejian yang tidak ada serbelum kalian satu kaum pun yang melakukannya di alam ini” (Al-Qashash :28). Fakta penyimpangan ini telah terhapuskan dimuka bumi pada zaman nabi Luth a.s. sungguh aneh kalau kemudian ini terjadi pada masa kini yang katanya jaman ‘modern’(sok modern).

Alasan bahwa penyimpangan seksual (homoseksual dan lesbian) ini adalah sebuah fakta yang kita tidak bisa menutup mata darinya dan dianggap sebagai ‘kodrat alam’ yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta sehingga tidak mungkin dihapuskan keberadaanya tidak dapat diterima. Saya katakan, kalau ini memang suatu bawaan (qadha) dari Allah yang ada sejak lahir (fitrah) kenapa Allah justru mengazab kaum nabi Luth atau dalam dalam Islam misalnya pelakunya dihukum mati? Jadi kita dapat katakan bahwa ini bukan lah hal yang fitri (qadha), masalahnya kemudian adalah kenapa kelainan ini bisa terjadi? Kenapa tidak yang normal-normal saja?

Menurut penelitian psikiater (Prof.Dr.Dadang Hawari), munculnya penyimpangan seksual ini tidak terjadi secara alamiah begitu saja, tapi ini masalah psikologi (kejiwaan) yang terjadi karena lingkungan yang rusak. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini, kemungkinannya ada dua, pertama seseorang mengalami kelainan ini karena trauma masa lalu, misalnya ia pernah jadi korban (maaf) sodomi sehingga ia ingin membalas dendam kepada orang lain atas apa yang terjadi padanya. Makanya seringkali kelainan seksual ini dianggap sebagai ‘penyakit menular’ dimana ketika seseorang menjadi korban biasanya ia berupaya untuk balas dendam dengan melakukan hal yang sama dan seterusnya. Kedua, kelainan seksual terjadi karena kebosanan terhadap lawan jenis atau karena ia hidup secara terus menerus dilingkungan lawan jenisnya. Penulis pernah mendengar pernyataan seorang selebriti (?) yang dimuat disebuah surat kabar bahwa kebosanan terhadap lawan jenis sering terjadi dikalangan artis khususnya peragawan dan peragawati. Ini dikarenakan terlalu intensifnya interaksi diantara mereka sehingga terjadi kebosanan. Misalnya, pada saat ada even peragaan (baik latihan ataupun bukan) dan mereka harus berganti busana dalam waktu yang singkat karena kejar waktu, mereka lakukan hal ini walaupun harus ‘telanjang’ dihadapan lawan jenisnya. Karena intensitasnya sering, mereka menjadi bosan dengan pemandangan ini dan mencari ‘sensasi’ baru dengan melepaskan kecenderungan biologisnya kepada sesama jenis yang mengalami hal serupa (naudzubillah).

Demikian juga ketika seorang hidup di lingkungan lawan jenisnya secara terus menerus bisa menjadikan seseorang tersebut mempunyai kelainan ini. Misalnya dil ingkungan keluarga, ketika anak laki-laki dalam proses pengasuhan dan pembinaannya dicampur dengan anak perempuan maka kecenderungannya adalah akan terjadi masalah, bisa jadi anak laki-laki berprilaku kewanita-wanitaan atau anak perempuan yang ke laki-lakian. Demikian juga pendidikan yang salah di keluarga memberi kontribusi akan hal ini, misalnya ketika sang ayah menginginkan anaknya berjenis kelamin laki-laki sementara anaknya yang dilahirkan istrinya berjenis kelamin perempuan maka bisanya ia mendidik anaknya ala mendidik anak laki-laki sehingga anaknya menjadi tomboy. Dengan demikian dapat kita pahami bahwa terjadinya kelainan ini adalah bukan terjadi secara alami, akan tetapi akibat dari pengaruh lingkungan dan pendidikan. Peran media pun sangat berperan besar dalam melestarikan fakta ini seperti tayangan-tayangan yang menampilkan (baca : membela) eksistensi komunitas yang melakukan penyimpangan ini. Mulai dari bumbu-bumbu lawakan sampai penayangan kontes Miss Waria misalnya, ini memberi pengaruh terhadap masyarakat seakaan-akan mereka harus menerima fakta ini sebagai suatu yang lumrah dan harus dijaga. Bahkan masih ada dalam ingatan kita bagaimana pada saat kita melakukan ibadah sunnah Sahur (pada bulan Ramadhan kemarin), kita disajikan oleh beberapa media elektronik menu lawakan yang menampilkan komunitas ini atau yang menyerupai. Padahal aktivitas menyerupai ini perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT.

Mengutip kata orang bijak ‘ala bisa karena bisa’, maka bisa jadi masyarakat yang tadinya menolak eksistensi komunitas ini akhirnya menerima, sebagaimana dahulu yang namanya pacaran dan gaul bebas adalah hal yang tabu di masyarakat tapi karena masyarakat terus menerus ‘digempur’ oleh tayangan-tayangan media yang menampilkan sosok-sosok yang dianggap manusia modern adalah mereka yang melakukan pacaran dan gaul bebas, akhirnya mereka terbiasa oleh hal ini bahkan mendorong anaknya untuk pacaran dan bergaul bebas supaya menjadi ‘manusia modern’ atau karena kekhawatiran anaknya tidak dapat jodoh kalau anaknya tidak melakukan hal ini (yang sebenarnya ini tanggung jawab mereka). Demikian juga bila masyarakat terus digempur oleh tayangan-tayangan tentang komunitas yang melakukan homoseksual atau lesbianisme maka akhirnya masyarakat pun akan terbiasa akan hal ini yang pada akhirnya mereka menerima (dipaksa menerima). Demikian juga peran Negara dalam hal ini sangat penting. Sebut saja misalnya bulan-bulan kemarin kemarin kita mendengar bahwa ada cara kontes miss Waria di jantung ibukota Jakarta, tanpa izin dari pemerintah tentu hal ini tidak akan dilaksanakan, bukan hal yang mustahil kalau kemudian pemerintah pun melegalkan perkawinana sesama jenis seperti halnya yang terjadi di Afrika Selatan (naudzubillahi mindzalik).

Kalau ini masalahnya, maka yang harus dilakukan adalah mewujudkan lingkungan pergaulan yang sehat baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum serta peran negara yang optimal dan tegas dalam menyehatkan lingkungan masyarakat. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat ini dalam pendidikan Islam misalnya, tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan harus dipisah sejak usia 7 tahun, demikian juga terpisahnya jama’ah laki-laki dan perempuan dalam kehidupan umum (infishol) kecuali ada keperluan yang dibolehkan oleh syari’at mereka boleh berinteraksi. Selain itu Islam sangat tegas terhadap kelainan seksual ini, misalnya memberi hukuman mati atas pelakunya dan ini tentunya dilakukan oleh Negara (al-maliki, 2002 : 54). Dengan demikian dalam lingkungan yang Islami fakta homoseksual dan sejenisnya ini tidak akan ditolelir apalagi dilindungi. Adapun tentang istilah ‘khunsa’ yang terdapat dalam sebuah riwayat bahwa Ali r.a pernah ditanya tentang hal ini. Apakah diperlakukan sebagai laki-laki atau perempuan, Ali r.a. menjawab : “lihat saja tempat keluar air kencingnya”. Hal ini tidak identik dengan istilah banci atau waria (sebagaimana yang dikenal saat ini). Istilah ‘khunsa’ ini menunjukkan seseorang yang mempunyai dua alat kelamin secara fisik.

Dengan demikian fakta kelainan ini ini bisa dirubah masalahnya adalah apakah masyarakat mau atau tidak, disamping sistem kehidupan yang diberlakukan di tengah-tengah mereka mendukung atau tidak atas eksistensinya atau justru malah melestarikan (masya Allah).

Lagi lagi Hak Asasi Manusia (HAM)

Alasan lain supaya kita menerima (dipaksa menerima) fakta ini adalah karena ini bagian dari Hak Asasi Manusia yang harus dilindungi. Pertanyaannya adalah betulkah melindungi komunitas homoseksual (gay) atau lesbianisme (lesbian) adalah bagian dari melindungi HAM?

Kalau HAM diartikan sebagai pemenuhan hak-hak dasar manusia untuk memenuhi kebutuhannya sebagaimana yang sering dikemukakan oleh pembela HAM, maka bukankah manusia mempunyai hak dasar untuk melanjutkan keturunan sebagai manipestasi dari nalurinya (gharizatul nau’)? kalau kemudian homoseksual dan lesbianisme ini dibiarkan justru bukankah ini merupakan bencana kemanusiaan yang menyebabkan terputusnya keturunan? karena mana ada dari pergaulan homoseksual atau lesbianisme ini yang menghasilkan keturunan. Jauh panggang daripada api begitu kata orang bijak.

Sungguh ide HAM adalah ide rusak yang berasal dari asas yang sesat dan menyesatkan yakni sekularisme yang juga merupakan landasan dari ideologi kapitalisme. Menurut kapitalisme pada dasarnya tabiat manusia adalah baik, tidak jahat. Kejahatan muncul ketika manusia dikekang kehendaknya. Wajar kemudia kaum kapitalis menyerukan upaya pembebasan kehendak manusia agar ia mampu menunjukkan tabiat baiknya yang asli, dari sini kemudian muncul ide kebebebasan termasuk salah satunya kebebasan prilaku individu (Zallum, 2001 : 26). Demikian juga kapitalisme memandang bahwa hubungan antara individu dan masyarakat adalah hubungan kontradiktif sehingga harus ada perlindungan individu dari dominasi masyarakat sebagaimana harus ada jaminan dan pemeliharaan terhadap sejumlah kebebasan individual. Dengan demikian ketika ada kepentingan individu seperti munculnya komunitas gay dan lesbian ini harus dilindugi dari dominasi dan opini umum masyarakat yang memarginalisasikan individu-individu yang ada didalamnya. Begitu pula peran negara adalah menjaga kebebasan komunitas ini. Ini didasarkan pula kepada pandangan bahwa masyarakat adalah kumpulan dari individu-indivu dimana ketika kebutuhan individu-individu tersebut secara otomatis kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pandangan-pandangan tentang HAM diatas merupakan setumpuk pandangan yang salah dan tidak ada faktanya. Sebab tabiat manusia bukanlah baik seperti yang dikatakan orang kapitalis dan bukan pula jahat sebagaimana pandangan gereja yang berasal dari filsafat-filsafat kuno yang didasarkan kepada warisan dosa Adam. Pandangan yang benar adalah bahwa tabiat manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk menerima kebaikan dan kejahatan sekaligus. Dalam diri manusia terdapat potensi seperti naluri-naluri dan kebutuhan jasmani yang menuntut pemenuhan. Demikian juga manusia dianugerahi akal oleh sang Maha Pencipta dimana dengannya manusia dapat memilih langkah dengan cara apa ia memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan jasmaninya. Bila ia memenuhinya dengan cara yang benar maka ia telah melakukan kebaikan sebaliknya bila ia memenuhinya dengan cara yang salah maka ia telah melakukan keburukan. Pandangan ini sudah dijelaskan oleh Islam, dalam surat al-Balad ayat 10 Allah berfirman, yang artinya :
“Kami telah menunjukkan kepadanya (manusia) dua jalan (baik dan buruk).
Demikian juga hubungan dalam masyarakat pada dasarnya hubungan saling terkait bukan kontradiktif sebagaimana yang dikatakan kapitalis kapitalis. Hubungan terkait tersebut ibarat tangan dengan badan. Tangan tidak bermanfaat tanpa tubuh, demikian juga tubuh kurang sempurna tanpa tangan. Masyarakat sendiri adalah kumpulan individu-individu yang melakukan interaksi secara terus menerus, dimana interaksi ini terjadi ketika ada kesatuan pemikiran, perasaan, dan aturan. Peran nagara disini adalah bagaimana menjaga hak-hak individu dan juga hak-hak masyarakat dengan perturan yang ia tetapkan sehingga terjadi keharmonisan ditengah masyarakat. Kasus di Afrika Selatan misalnya, bisa jadi kepentingan kaum gay atau lesbian terpenuhi, tapi bagaimana dengan kepentingan masyarakat luas yang menginginkan supaya komunitas ini justru tidak ada, karena secara manusiawi hal ini tidak dapat diterima. Inilah kontradiktifnya pemikiran kapitalis yang melahirkan ide HAM.

Meluruskan makna konservatif

Demikian juga tuduhan terhadap kalangan yang menolak penyimpangan ini dengan sebutan konservatif, sesungguhnya merupakan tuduhan yang tendensius. Kalau kita kaji lebih mendalam makna konservatif adalah menjalani hidup sesuai dengan reaksi naluri serta membuat aturan-aturan dan pemecahan atas dasar panggilan naluri. Orang-orang yang memberikan kebebasan pada nalurinya atau menjadikan kebebasan sebagai undang-undang dasar yang menjadi sumber penggalian seluruh undang-undang yang mengatur kehidupan pada dasarnya adalah orang orang konservatif, sebab mereka telah mengatur hidup mereka hanya berdasarkan panggilan naluri semata, dan memberikan kedaulatan sepenuhnya pada naluri sebagai pengatur dalam kehidupan mereka. Kebahagiaan mereka juga diukur dengan sejauh mana mereka bisa menikmati kenikmatan-kenikmatan jasadian mereka atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan naluriah mereka. Inilah makna sebenarnya dari kata konservatif. (Hawari, 2003 : 87-88). Sementara itu istilah konservatif yang mereka beri makna kembali pada aturan-aturan lama untuk kehidupan mendatang sebenarnya mereka gunakan untuk menikam Islam dan kaum muslimin serta siapa saja yang menolak peradaban Barat agar mereka menengok kembali ke masa primitive yakni masa sebelum Islam, sekaligus menyaksikan kehidupan manusia pada saat itu, bagaimana mereka mengatur kehidupannya? Sesungguhnya seseorang yang hidup pada masa sebelum Islam berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan naluriahnya sebanyak mungkin, tanpa ada batasan ataupun penghormatan pada aturan. Dengan kata lain, mereka mengumbar kebebasan mutlak sebagaimana yang diserukan oleh ‘manusia-manusia modern’. Dengan demikian, manusia modern saat ini yang menyerukan kebebasan untuk berekspresi dan berprilaku, kebebasan untuk memiliki segala sesuatu, kebebasan untuk berpendapat, dan kebebasan untiuk beraqidah justru pada dasarnya telah kembali ke masa primitive; masa ketika manusia mempertahankan naluri-nalurinya sendiri.

Selanjutnya Islam datang mengatur manusia dan memerintahkannya untuk beribadah kepada Allah SWT. Islam telah menjadikan seluruh perbuatan manusia terikat dengan perintah dan larangan-Nya. Islam telah mengatur kehidupan mereka dengan aturan-aturan, hukum-hukum, dan undang-undang yang telah disyari’atkan kepada mereka. Islam telah menggariskan sejumlah langkah ke depan, sekaligus menyelamatkan manusia dari penyembahan dan ketertundukkan mereka pada naluri-naluri mereka sendiri. Demikianlah makna sesungguhnya dari istilah konservatif.

Khatimah

Mari kita renungkan firman Allah SWT
Artinya : “Kami telah menjadikan untuk isi neraka Jahanam, kebanyakan dari golongan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, namun tidak digunakan untuk berpikir. Mereka mempunyai mata, namn tidak digunakan untuk meliohat. Merksa mempunyai telinga, namun tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan bahkan lebih sesat lagi.” (TQS. Al-A’raf:179)

Di dunia hewan saja kita tidak pernah mengenal pejantan menyukai pejantan lagi atau betina ke betina lagi. Tapi memang, lain manusia lain hewan, bahkan manusia lebih rusak lagi. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Daftar Rujukan
- Al-Qur’an Al-Kariim
- Abdurrahman, Hafidz.1998. Islam: Politik dan Spiritual. Singapore : Penerbit Lisan Ul-Haq
- Al-Maliki, Abdurrahman. 2002. Sistem Sanksi Dalam Islam (terj). Bogor : Pustaka Thariqul ‘Izzah.
- Hawari, Muhammad.2003. Politik Partai ; Meretas Jalan Baru Perjuangan Partai Politik Islam (terj). Bogor : Idea Pustaka.
- Zallum, Abdul Qadim. 2001. Serangan Amerika untuk Menghancurkan Islam (terj). Bogor : Pustaka Thariqul ‘Izzah.

www.bbcindonesia.com

Asep Firman Y./Gema Pembebasan**
** Aktivis Gema Pembebasan, tinggal di Jatinangor, Sumedang

imageimage

Dinegara Barat Perkawinan Sejenis Gay/Homosekasual sudah menjadi pemandangan sehari hari dan dilaksanakan di gereja gerejaimageimage
Bahkan Lebih Nista dari itu – Para Bishop / Pendeta Kristiani juga Melakukan Perkawinan Sejenis – Naudzublillahi min Dzalik

Be Aware !!
Sjetan Sjetan Homoseksual
sedang mengintai keluarga anda

BACA
- IBLIS ITU BERNAMA “HOMOSEKSUAL” ( 1 )
- IBLIS ITU BERNAMA “HOMOSEKSUAL ( 2 )
- Jika benar Yesus adalah contoh terbaik untuk umat Kristian

 
 
 
 
 
ada 2 thread komentar 513 hits – dibaca 8163 hits

Permalink Leave a Comment

LAKNAT ALLAH ATAS KAUM GAY…!

10 May, 2007 at 11:46 pm (Uncategorized)

Iblis Laknatullah itu bernama Homoseksual ( part 2 )


Baca : Iblis itu bernama Homoseks ( part 1 )
imageimageNamanya Dede Oetomo, lahir di Pasuruan, 6 Desember 1953, Staf pengajar di FISIP Universitas Airlangga ini menyelesaikan studi doktornya dalam bidang linguistik di Cornell University. Penampilanya benar benar jantan, berbeda dengan Dorce penampilannya benar benar sudah wanita walaupun kadang kadang terlihat “agak berantakan sebagai wanita”, namun tekadnya untuk menjadi wanita patut kita hargai.

Siapa yang tidak kenal dengan Dede Oetomo ? Berbeda dengan Dorce yang sudah wanita, dibalik kejantanannya ternyata pribadi kewanitaan Dede sangat menonjol, namun Dede tetap berpenampilan sebagai laki laki dan tidak mau merubah dirinya menjadi wanita, sehingga sepak terjangnya bisa mengecoh siapa saja. Dikalangan kaum Homoseksual Dede memiliki kesibukan dan pekerjaannya sangat “khusus” yakni sebagai aktivist Gay (kaum homoseks) dengan skala tingkat dunia.

Yang menarik untuk saya angkat dalam tulisan ini adalah bukan persamaannya karena mereka Dede Oetomo dan Dorce adalah sama sama dilahirkan sebagai pria, namun memiliki perbedaan yang sangat jauh bagai bumi dan langit terutama dalam menjalankan kehidupan sosial & agama mereka sehari hari.

Berbagai upaya jeng Dede lakukan agar perilaku “SAKIT” kelompok ini dapat diterima oleh masyarakat luas di Indonesia dengan kemasan istilah “Gay” alias “Homoseksual”. Jeng Dede adalah salah satu pendiri dan aktivis Lambda Indonesia (1982), organisasi gay pertama di Indonesia, pendiri dan Ketua KKLGN (Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara), juga Jeng Dede merintis publikasi Majalah GAYa NUSANTARA.

Bersama sama dengan saudara kembarnya yang juga “berperilaku SAKIT” kaum “LESBIAN”, dede aktif dalam berbagai kegiatan mendoktrin masyarakat terhadap kelompok lesbian-gay. Dari hasil jeri payahnya Dede mendapat anugerah Felipe de Souza Award dari International Gay and Lesbian Human Rights Commision (IGLHRC), pada tahun 1998 dan Utopian Award

Gaya Nusantara Jl. Mulyasari Timur No.46, Surabaya-JAWA TIMUR-60112 Tel: 031-5934924, Fax: 031-5993569 e-mail: gayanusa@ilga.orgwww.gayanusantara.org

APA BEDANYA DEDE vs DORCE?

Saya berlepas diri untuk tidak membicarakan masalah “perubahan statusnya yg menjadi wanita”. Dorce ? di zaman yang edan sekarang ini di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengannya ? politikus, selebritis, pemuka agama, dan bahkan kaum Dhuafa sangat mengenal sekali seorang bernama Dorce. Yang membuat banyak orang menjadi respect dengannya adalah dia gunakan status wanitanya sepenuhnya untuk mencari rezeki yang halal dan memanfaatkan penghasilannya untuk berperan serta memberdayakan kaum dhuafa.

Berbagai usaha Dorce lakukan agar dirinya dapat diterima oleh masyarakat dengan berbuat amal kebajikan secara konkrit yang pada sebagian wanita menganggap kemampuan Dorce sudah melebihi takaran dibanding para wanita yang sesungguhnya. Dorce tidak menebar perilaku “SAKIT” kemasyarakat luas. Bahkan hampir saja kita masyarakat lupa bahwa Dorce adalah bekas Pria. Mudah mudahan Allah SWT dapat memberikan ganjaran yang setimpal dari usahanya mencari ke ridhoan Illahi.

Itulah bedanya Dorce versus Dede Oetomo, dengan berbagai jaringannya Dede Oetomo didalam dan luar negeri dengan secara ekstrim dan terang terangan menebar perilaku “SAKIT kesegala pelosok Indonesia. Dan secara perlahan lahan tapi pasti menebar perilaku “SAKIT” tersebut kedalam rumah rumah Muslim.

Apakah kerja keras Dede Oetomo berhasil ? Yah SUDAH !!
Kita lihat saja sekarang ini kehidupan Homoseksual sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat kita dan sudah membanjir di TV, Radio, Majalah dan berbagai media. Bahkan sudah melanda dikalangan pelajar yang diantaranya dikalangan pelajar Bandung yang notabene mereka adalah Generasi Muslim.

Inilah hasil kerja Iblis Laknatullah yang seharusnya wajib dilaknat dan diberantas oleh kaum Muslimin negeri ini.

Lagi lagi kita hampir saja lupa, bahwa dibalik ini telah menganga lebar lebar kemungkinan besar terulangnya sejarah pemusnahan negeri seperti yang dialami oleh kaum Luth. Naudzubillahi min Dzalik !

Masihkah kita bertanya dan bernyanyi “Tuhan Marahkah Kau Padaku ?”.

Berikut ini saya kutipkan pemberitaan dari harian Republika Semoga Bermanfaat.

Wassalam

Erros Jaffar


Gay di Kalangan Pelajar Bandung

Homoseksual jelas merupakan penyakit sosial, tren kebobrokan moral yang wajib diatasi, bukan hak azasi manusia yang mesti dilindungi seperti dituntut oleh kaum gay sekarang.

KALAU saja pada zaman Nabi Luth sudah ada alat kamera syuting, tidak mustahil kita yang hidup kini dapat menyaksikan wajah dan bentuk adik Nabi Ibrahim ini, sekaligus mendengarkan nasihat dan pembicaraannya.

Namun, kita masih dapat juga mengikuti kisah perjuangannya melalui berbagai kitab tafsir Al Qur’an dan sumber lainnya.

Kisah Luth dan masyarakat Sodom mengingatkan manusia untuk menjauhi kebejatan moral yang tercermin dalam praktek homoseksual. Biladi masa Luth Allah menjatuhkan bencana longsor dan hujan batu terhadap pelaku kebejatan moral itu, kini Allah mengganjar pelakunya dengan penyakit HIV/ AIDS, perusak kekebalan tubuh yang belum ditemukan obatnya.

Perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) merupakan penyakit sosial, tren yang terjadi akibat kekosongan iman, Homoseksual bukan merupakan hak azasi manusia yang harus dilindungi seperti dituntut oleh kaum gay dewasa ini. Sebagai penyakit sosial, perilaku homoseksual bisa terjadi di mana-mana. Namun kalau sampai menimpa kalangan pelajar, tentu sungguh memprihatinkan dan merupakan masalah besar, terutama bagi para orang tua.

Survei di Kalangan Pelajar Bandung

Hasil penelitian dan penelusuran Yayasan Priangan Jawa Barat di Bandung menunjukkan tingginya kasus homoseksual terjadi di kalangan pelajar. Betapa tidak, dari hasil survei didapat sebanyak 21% siswa SLTP dan 35% siswa SMU disinyalir telah melakukan perbuatan homoseksual. Survei di tujuh kota besar di Jawa Barat semakin memperjelas kondisi tersebut.

Survei ini dipertegas lagi dengan adanya temuan dari Pelajar Islam Indonesia (PII) wllayah Jawa Barat. Setelah melakukan polling antara bulan September-November 2002 dengan menyebar angket sebanyak 400 lembar, hasilnya cukup mencengangkan. Sekitar 75% pelajar dan mahasiswa di berbagai kota di Jawa Barat melakukan penyimpangan kategori kenakalan remaja. Mereka terlibat tawuran, narkotika dan penyimpangan perilaku seksual.

Survei menunjukkan 45% pelajar melakukan perilaku penyimpangan seksual dan di antaranya 25% pelajar pria melakukan perbuatan homoseksual, PII menggunakan responden berusia antara 12-24 tahun. “Kendati kasus homoseksual tidak sebesar tawuran dan narkotika, tapi bila dibiarkan hal ini tentu bisa menimbulkan kerawanan sosial, terlebih perbuatan ini jelas-jelas melanggar aturan agama. Disinyalir pula ada komunitas kaum homoseksual di kalangan pelajar tersembunyi dan mereka berada di sekolah-sekolah favorit. Demikian menurut Ruslan Abdul Gani, Ketua Pll wilayah Jawa Barat.

Kerawanan sosial memarig ta terhindarkan dengan adanya kasus ini tidak sedikit mereka yang melakukaan penyimpangan perilaku seksual membumbuinya dengan kemaksiatan lain. Mereka melakukan apa saja asal bisa memenuhi yang mereka inginkan, termasuk berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan sejumlah uang. Semakin parah ketika muncul kenyataan, perilaku homoseksual dijadikan sebuah profesi khusus dengan ekonomi. Gawatnya lagi kebiasaan ini sengaja ditularkan kepada para pelajar. Tidak sedikit dari pelajar yang terjerumus “menikmati” kebiasaan yang bertentangan dengan moral dan agama ini.

Tugas Berat Orangtua

Frank!, ketua Yayasan Priangan menjelaskan, mereka yang terkena perilaku homoseksual sengaja mencari-cari kesempatan untuk memenuhi syahwat setani tersebut, termasuk melakukannya dengan teman sekolah sendiri. Maka sudah seharusnya para orangtua memperhatikan perkembangan anak laki-lakinya, terutamayang telah mencapai usia siswa dan mahasiswa.

Perlu dipantau, antara lain, kemana dia pergi, kegiatan apayang hendak dilakukannya bersama temannya, dengan siapa ia bergaul dan seterusnya. Dalam pada itu, masyarakat tidak perlu bersikap hanya mencaci, membenci dan menyalahkan para pelaku, Yang perlu adalah pemberian solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Beberapa di antara solusi itu adalah sebagai berikut:

Pertama, harus ada usaha untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan rangsangan (stimulasi seks).
Kedua, bila sudah cukup umur, segera dinikahkan. Ketiga, perlu adanya pemasyarakatan nilai-nilai agama agar bisa dipahami secara utuh dan substansial oleh pelajar, termasuk memberi batasan-batasan pergaulan, akhlak keteladanan dari pendidik serta pentingnya kejelasan bahwa perbuatan yang menyimpang itu jelas-jelas melanggar agama.

Kalau dibiarkan berlarut-larut akan sangat membahayakan. Dalam hal ini berbagai pihak perlu memberi perhatian pada para pelajar, Generasi penerus harus diselamatkan dari dampak buruk yang ditimbulkan kasus di atas. Jika tak sekarang, kapan lagi? Setelah azab tiba? Tentu tidak, dan kita harapkan, itu tak terjadi. (EraMuslim.com)

Homoseksualitas yang muncul pada masa Nabi Luth ternyata tidak dapat hilang dari permukaan bumi ini, bahkan pada masa kini telah menjalar ke berbagai pelosok di dunia ini, dan menyebarkan penyakit HIV/AIDS yang sangat berbahaya dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Untuk memberantas penyakit sosial itu tidak cukup dengan ilmu pengetahuan saja. Sebab munculnya perbuatan itu, karena kekosongan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta kerusakan akhlak.

Maka untuk mengubur tradisi buruk itu harus melalui pendidikan keagamaan, terutama pendidikan Islam, dengan meningkatkan taqwa dan iman kepada Allah SWT, di samping melalui pendidikan kesehatan.

Main-main Jadi Perangai

Sekalipun kaum Nabi Luth yang durjana itu telah diberi peringatan keras oleh Nabi Luth agar meninggalkan tradisi buruk itu, sebagaimana diungkapkan pada surat al-A’raf (7): 81, an-Naml (27): 55, dan al-’Ankabut (29): 29, tetapi mereka tetaptidak may meninggalkannya, bahkan menantang Nabi Luth agar Allah menurunkan azab kepada mereka, karena mereka ragu-ragu terhadap kebenaran pengakuannya sebagai Nabi Allah SWT Kaum Nabi Luth memang terkenal berperangai keras dan kasar, amat sulit menerima pendapat orang lain, sekalipun pendapat itu benar dan baik. Sangat berbeda dengan perangai Nabi Luth, yang lemah lembut, bersih dari segala noda, baik lahir maupun batin.

Perbuatan kejahatan itu padamulanya dimulai dari yang kecil, kemudian meningkat sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi besar, dan menjadi perangai dan watak yang melekat. Bila telah demikian, sangat sulit mengubah dan memperbaikiriya, bahkan yang bersangkutan menganggapnya sebagai hiburan yang menyenangkan.

Kaum Nabi Luth pun pada mulanya hanya main-main belaka, tetapi lama kelamaan menjadi berkembang dan membesar, dan akhirnya menjadi darah daging yang sulit ditinggalkan. Karena mereka tidak mau bertobat dan malah membangkang terhadap peringatan Nabi Luth, maka akhirnya mereka ditimpa bencana yang sangat dahsyat, sehingga hancur binasa. Hanya Nabi Luth dan sebagian keluarganyayang selamat, kecuali istrinya, karena dia termasuk orang yang tidak beriman, sebagaimana diungkapkan dalam firman Allah, “Kemudian Kami seiamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya: dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu,” (QSal-A’raf[7]:83-84).

Azab Allah

Azab yang ditimpakan kepada mereka merupakan hujan batu yang diturunkan dari langit. Rasyid Ridha dalam tafsirnya mengatakan, kebenaran ayat itu sangat masuk akal. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sebagian penghuni pantai laut mengalami turunnya hujan tanah, dan kadang-kadang hujan ikan yang diturunkan bersama air hujan. Angin kencang memang sering membawa debu banyak hingga terkumpul dalam awan, kemudian turun bersama air hujan seperti tanah lumpur.

Menurut Rasyid Ridha, ada juga kemungkinan hujan batu tersebut merupakan sisa-sisa pecahan pecahan benda-benda langit seperti meteor, yang kemudian ditarik oleh bumi setelah mendekatinya. Kadang-kadang benda tersebut terbakar karena kecepatan dan kekuatan gravitasi (gaya tarik) bumi, dan kadang-kadang selamat dari kebakaran dan jatuh ke bumi dengan suara yang amat keras. Sering pula pecahan tersebut ditemukan orang dan disimpan di musium (Rasyid Ridha, VIII: 516).

Menurunkan hujan batu bukaniah hal yang mustahil bagi Allah, dan pada saat sekarang pun dapat terjadi jika Allah menghendakinya, misalnya karena letusan gunung berapi dan sebagainya. Walllaahu a’lam.

Permalink 8 Comments

Iblis itu bernama “HOMOSEKSUAL” 1

10 May, 2007 at 11:44 pm (Artikel)

Iblis itu bernama “HOMOSEKSUAL” (part 1)


image
Saya pernah membaca satu artikel “setanpun lari ketakutan” disalah satu website dan terinspirasi dengan judul artikel tersebut, berikut ini saya repost kembali satu pemberitaan perkawinan 2 orang laki laki “GAY”.

Sebuah peringatan bahwa sedang terjadi proses liberal-isasi yang sangat serius sekaligus Jahiliya-isasi yang terjadi di Jakarta didepan mata dinegeri mayoritas umat Islam – Dimanakah kalian wahai umat Islam??.

Jalan Berliku Kaum Homo Menuju Pelaminan

ADA dua cinta yang tumbuh dan bersemi di sebuah pondok nan asri di Desa Jadigan, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Cinta pertama tertambat kepada seekor anjing, yang oleh si empunya dinamakan “Cinta”. Cinta kedua berlabuh di relung hati pasangan “suami-istri” William Johanes dan Philip Iswardono. Layaknya sejoli yang dimabuk cinta, bila senja tiba, keduanya kerap bercengkerama di gazebo yang terletak di pekarangan belakang rumah. Tentunya dengan ditemani “Cinta”. “Kami hidup bahagia,” kata Philip, yang ditimpali anggukan kepala oleh William.

Laksana sebuah keluarga harmonis, kemesraan itu sebetulnya wajar adanya. Namun, kesan ini jadi nyeleneh dan aneh karena Wim dan Philip –demikian sapaan akrab keduanya– tak lain adalah pasangan sejenis atawa homoseksual. Wim, 59 tahun, pria tulen asal Belanda. Sedangkan Philip, 37 tahun, laki-laki kemayu asli Yogyakarta. Mereka agaknya menjadi pasangan hombreng pertama di Tanah Air yang melegalkan hubungannya lewat tali perkawinan.

Walau pesta perkawinan sejenis telah digelar di Planet Pyramid, restoran ternama di Jalan Parangtritis, Yogyakarta, 6 September lalu, hingga pekan ini ceritanya masih jadi buah bibir di “kota gudeg” itu.

Dalam resepsi yang cukup meriah itu, hadir sekitar 400 tamu undangan. Mereka kebanyakan rekan bisnis dan kenalan dekat kedua mempelai, serta teman sesama gay. Sedangkan dari sanak keluarga tak terlalu banyak yang hadir. Dari tujuh kakaknya, hanya lima orang yang sudi datang ke pesta perkawinan. Sisanya absen karena tak bisa menerima langkah si bungsu yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran Katolik, agama yang dianut keluarga sederhana ini.

Bahkan Jasmani, kakak iparnya, yang diminta memberi sambutan mewakili keluarga, urung datang. Ia merasa tak punya rangkaian kata yang pas untuk disampaikan. “Aku suruh ngomong apa?” katanya. Adapun orangtua Philip, Tugiman Sastro dan Waringah, keduanya sudah meninggal.

Kisah kasih pasangan gay ini cukup panjang dan berliku. Awal cerita bertepatan dengan keruntuhan rezim Soeharto. Kala itu, Mei 1998, Wim yang bekerja sebagai wartawan di NOS News Television, sebuah stasiun televisi swasta di Negeri Belanda, bertugas meliput aksi demo di Jakarta. Usai menunaikan tugasnya, Wim diajak koleganya, Vincent yang juga jurnalis, berkunjung ke Yogyakarta. Kebetulan, ketika itu ada Sekatenan di alun-alun Yogyakarta. Di tengah hiruk-pikuk pesta rakyat tahunan inilah kedua pasangan itu berkenalan.

Philip, yang mengaku mulai “meletek” –istilah bagi gay yang mulai terjun ke dunianya– sejak duduk di bangku sekolah menengah umum, langsung mengangguk ketika Wim mengajak kencan. Selama dua hari pasangan anyar ini pelesiran ke berbagai tempat wisata di kota gudeg. Namun, pertemuan itu belum mengarah serius. Hubungan di antara keduanya putus begitu saja kala Wim harus kembali ke tanah airnya. “Dunia gay itu dunia yang gonta-ganti pasangan. Jadi, ketika itu tidak saya follow up-i,” kata lelaki yang sempat tiga tahun bekerja pada sebuah salon kecantikan di kawasan Cemorojajar, Yogya, ini.

Pertautan keduanya kembali nyambung kala Wim datang lagi ke Indonesia untuk berlibur, pada tahun 2000. Itu pun lewat upaya pencarian cukup alot. Untuk bisa kembali menemukan Philip, Londo berkepala botak ini sempat menelusuri beberapa tempat mangkal gay di Yogya. Toh, semua gay yang ditemuinya dan ditanya tak satu pun yang kenal Philip. Rupanya naluri jurnalis Wim muncul. Lewat sohib Philip di Solo, Wim berhasil melacak keberadaan Philip. Dari sang sobat, Wim mendapatkan nomor ponsel Philip. Ketika itu, yang diuber sedang di Bali.

Wim, yang sudah ngebet ingin melepas kangen, langsung menyusul. Kencan babak kedua pun berlangsung di Pulau Dewata selama sebulan. “Kami bisa menemukan kebahagiaan kembali,” kata Wim. Sejak itulah hubungan mereka makin serius. Philip sempat melakukan kunjungan balasan ke Belanda, Februari 2001. Tiga bulan kemudian, Wim mulai berani menyambangi rumah Philip di Jedigan, sekaligus menyatakan akan menikahi Philip. Di sinilah, sebelum hasrat ini terwujud, jalan berliku harus dilewati keduanya.

Selama penjajakan, Wim harus enam kali bolak balik Yogya-Belanda untuk mendapat restu dari keluarga. Terutama lampu hijau dari keluarga Philip yang kala itu menganggap perkawinan ini sebagai rencana tak waras. “Rapat pleno” keluarga digelar untuk menanggapi rencana si bungsu. Ternyata, walau Philip sudah melancarkan berbagai lobi, rapat memutuskan: menolak.

“Bagaimanapun, saya menghendaki kamu kawin secara normal, dan punya keturunan lazimnya banyak orang,” kata Suwarti, 47 tahun, menasihati adiknya, Philip, kala itu. Bahkan ancaman pun meluncur. Jika Philip tetap nekat, tak satu keluarga pun akan datang, baik ketika misa pemberkatan maupun syukuran. Maklum saja, hampir semua keluarga Philip adalah penggiat gereja yang tahu bahwa perkawinan sejenis ditentang ajaran agama mereka.

Toh, ancaman itu tak membuat niat Philip jadi surut. “Kalau saya menuruti semua sedulur (saudara), keluarga besar akan bahagia. Namun, batin saya akan menderita karena tak sesuai dengan jiwa dan hati saya,” kata “buceri” alias bule mencat sendiri, julukan untuk Philip karena mengecat rambutnya dengan warna merah, menimpali. Ia pun meneruskan langkahnya. Laksana calon manten pada umumnya, laki-laki beranting di kuping kanannya ini mengurus segala persyaratan administrasi perkawinan. Termasuk minta surat keterangan dari Kasihono, Kepala Dusun Karangjati.

Lain Philip, lain pula Wim. Penulis cerita anak-anak ini lancar-lancar saja mendapat restu keluarga. Termasuk dari bekas istrinya. Alur cerita gay yang satu ini memang unik. Semula ia menjalani kehidupan sebagai lelaki biasa dengan orientasi seks hetero. Namun, setelah menikah, naluri gay-nya muncul. “Setelah punya anak pertama disusul dengan anak kedua, hasrat seks dengan laki-laki lebih tinggi ketimbang dengan perempuan,” kata Wim. Tak lama kemudian, ia pun mengakhiri perkawinan pertamanya.

Kalaupun ada ganjalan, itu terjadi ketika Wim dan Philip berbeda pendapat dalam memilih tempat bermukim selepas perkawinan. Masing-masing bersikukuh ingin tetap tinggal di negara asalnya. Akhirnya Wim mengalah. “Saya senang Belanda hanya untuk rekreasi,” katanya. Kebetulan, masa kerjanya pun menjelang akhir. Wim pensiun per 1 September lalu.

Setelah segala halangan teratasi, akhirnya Philip resmi dipersunting Wim pada 23 Juli lalu. Rangkaian acara pernikahan berlangsung khidmat sekitar satu setengah jam. Acara dimulai dengan kumpul bareng di rumah Wim di kota Leusden, Belanda, sebagai persiapan. Sekitar 30 orang hadir, termasuk dua anak Wim yang datang sambil menenteng kado berupa foto keluarga. Sedangkan Philip hanya ditemani sohibnya sesama gay, Tommy dan Deddy, yang juga bertindak sebagai saksi.

Dari rumah Wim, selanjutnya rombongan berjalan kaki ke balai kota yang jaraknya hanya 400 meter. Di balai kota, mereka dinikahkan secara sipil oleh pejabat setempat, setelah sebelumnya saling memasukkan cincin sebagai bukti ikatan mereka. Usai acara di balai kota, rombongan kembali berjalan sejauh 500 meter menuju Gereja Katolik Roma Santo Yosep.

Di altar utama gereja tersebut, kedua mempelai mengucapkan janji setia yang disaksikan Pastor O. Swijnenberg. Prosesi yang berbeda dengan perkawinan umumnya, di mana janji setia diucapkan pastor dan ditirukan mempelai. Dalam sambutannya, pastor mengatakan bahwa ia tak akan melakukan apa yang dilarang Gereja Katolik. Tapi, katanya, ia akan melakukan sesuatu yang bisa dilakukannya.

Pakaian yang dikenakan kedua mempelai tak seperti pengantin umumnya. Keduanya menggunakan setelan jas. Philip menggunakan jas warna putih dan rompi dalam warna cokelat dengan dasi putih kotak-kotak. Sedangkan Wim mengenakan setelan jas warna hitam dengan rompi dalam warna merah emas serta dasi warna cokelat. “Ini gaun pilihan kami berdua,” tutur Wim.

Untuk cincin kawinnya, yang memesan adalah Philip di Yogyakarta. Beratnya Philip lupa. Hanya bentuk keduanya sama, yakni seperti dua cincin yang digandeng. Kata Phillip, bentuk itu sebagai simbol bahwa mereka yang berbeda telah dipersatukan dengan cinta. Sehari setelah perkawinan, para tamu undangan dijamu makan malam di Le Rendezvous Café di kota itu.

Philip –bersama “suaminya”, Wim– boleh jadi adalah pionir kaum homo di Indonesia yang melenggang ke perkawinan. Dan tak menutup kemungkinan bakal diikuti pasangan sejenis lainnya. Paling tidak, hasrat ini tersirat pada pasangan homo dr. Mamoto Gultom, 41 tahun, dan Hendy M. Sahertian, 30 tahun. Keduanya telah bertunangan pada 7 November 1999, bertepatan dengan berdirinya Yayasan Pelangi Kasih Nusantara (YPKN), lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS di kalangan homoseksual.

Hanya saja, pasangan pendiri sekaligus penggiat YPKN ini berharap, perkawinan yang diidamkan itu berlangsung di Tanah Air. Tak perlu susah payah terbang ke Belanda. “Saya berharap, pemerintah mau menerima pasangan seperti kami,” kata Hendy. Suatu harapan yang tak mudah terwujud, mengingat hukum perkawinan Indonesia tak mengakui pernikahan sejenis.

Kalaupun Mamoto dan Hendy berencana nikah di Belanda, berdasarkan informasi yang masuk ke telinga Hendy, jalannya bakal tak semulus jejak Wim dan Philip. Soalnya, satu di antara seabrek persyaratannya adalah perkawinan bisa berlangsung asalkan salah seorang calon mempelai telah bermukim di Belanda sekurang-kurangnya satu tahun. “Kami masih pikir-pikir untuk sampai ke arah sana,” kata Hendy.

Saat ini, pasangan yang pertama kali bertemu di sebuah diskotek di kawasan Jakarta Pusat ini cukup enjoy hidup bersama di sebuah rumah di Jatibening Estate, Pondok Gede, Bekasi. Di rumah sekaligus markas YPKN inilah kehidupan Mamoto dan Hendy berlangsung bak pasangan suami-istri. Gelak tawa dan keceriaan sesekali dibumbui pertengkaran. Bahkan pernah percekcokan ini berujung “perpisahan”. Penyebabnya, ada orang ketiga di antara mereka. Kala itu, masing-masing kembali ke rumah keluarganya.

Namun, kejadian itu tak berlangsung lama. “Saat bepisah, kami tersiksa,” kata Hendy, yang sejak usia tiga bulan hidup terpisah dari orangtuanya, Maxie Sahertian dan Juliatje Corrie Anneke, yang bercerai. Mereka kembali hidup bersama setelah mendengar petuah Dr. Dede Oetomo, “presiden” gay Indonesia, yang telah 18 tahun mengarungi hidup bersama dengan pasangan homonya. “Tahun kedua sampai ketiga itu masa penyesuaian-lah. Kalau bisa melewatinya, maka bisa selamat,” bungsu dari tiga bersaudara itu menirukan ucapan Dede, kepada Hatim Ilwan dari GATRA.

Sebetulnya, ujian terberat pasangan ini terjadi kala Mamoto memperkenalkan Hendy sebagai tunangan kepada keluarganya di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Acara perkenalan itu memang direncanakan. Ini terlihat dengan hadirnya hampir semua sanak keluarga Mamoto. Kala itu, tak lama setelah mereka bertunangan, “bujang lapuk” ini memaparkan pilihan pasangan hidupnya. Di akhir pembicaraan, ia langsung menunjuk Hendy sebagai dambaan hati yang dimaksud. Kontan saja seisi rumah jadi heboh. Mereka terlibat percekcokan dalam bahasa Batak.

Kericuhan itu memancing emosi Mamoto hingga mengamuk dan pingsan. Setelah siuman, ia langsung mengepaki pakaiannya ke dalam koper. Seperti orang linglung, ia meninggalkan pertemuan, terus berjalan kaki sambil menyeret kopernya yang besar. Sementara Hendy dengan setia terus mengikutinya. Langkah Mamoto baru berakhir di bundaran Hotel Indonesia. Tak sepatah kata pun meluncur dari keduanya. Mamoto hanya bisa tertunduk, sejurus kemudian menangis sejadi-jadinya.

Kejadian serupa terulang dua hari berselang, bahkan lebih seru. Kali ini sanak saudara Mamoto dari Tarutung, Sumatera Utara, pada berdatangan. Setelah pingsan dan kembali berjalan tak keruan, Mamoto akhirnya memilih ngumpet di rumah seorang temannya. Selama dalam pelarian, kegiatan sehari-hari mereka tak terganggu. Mamoto tetap berangkat ke kantornya untuk jadi dokter pada sebuah program yang berlabel Aksi Stop AIDS, di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur. Sedangkan Hendy terus giat mengomandani YPKN yang memiliki 13 staf.

Permasalahan keluarga itu ternyata tak berlangsung lama. Entah bagaimana cara Mamoto mencairkan sikap sanak saudaranya. Kini, mereka hidup tenteram bersama, tanpa ada gugatan lagi dari keluarga. Sebagai orang yang lebih tua, Mamoto disepakati sebagai kepala rumah tangga, mendampingi Hendy yang sejak duduk di bangku sekolah dasar kerap diolok-oloki bencong itu. Keduanya tetap memburu angan, yakni melegalkan hubungannya lewat perkawinan. Seperti telah direngkuh pasangan Wim dan Philip.

Perkawinan Wim dan Philip bisa saja jadi bentuk keberanian kaum homo dalam mengekspresikan diri. Namun, Dede Oetomo, pentolan Yayasan Gaya Nusantara, tak setuju kalau langkah itu dianggap sebagai babak baru perjuangan gay di Indonesia secara keseluruhan. “Itu belum merupakan gerakan terstruktur,” kata sosiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, ini. Di mata Dede, “perjuangan” gay mengenal beberapa tahapan. Fase pertama awal 1980-an, ketika kaum homo berani menggulirkan wacana keberadaannya, walau secara fisik mereka masih ngumpet.

Kemudian fase akhir 1980-an, unjuk diri mereka makin kentara seiring dengan kampanye bahaya penyakit AIDS. Lantas tahap setelah reformasi, kaum penyuka sejenis ini mulai memasuki wilayah politik. Fase ini ditandai dengan isu yang digelindingkan Partai Rakyat Demokratik bahwa kepentingan kaum gay perlu terwadahi di legislatif. Kini, sebuah gerakan bisa dikatakan baru, kata Dede, “Kalau sifatnya mendobrak regulasi.”

Tentunya, gerakan ini tak gampang bergulir. Mengingat betapa tebalnya tembok yang melindungi hukum perkawinan di Indonesia. Menurut Sri Nyantosani, SH, SU, pakar hukum perkawinan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, perkawinan sejenis di Indonesia jelas tak diperbolehkan dan tidak sah. Sebab, syarat materiil perkawinan harus beda jenis kelaminnya, yakni laki-laki dan perempuan.

imageWalau begitu, menurut pengajar di Pascasarjana Notariat UGM itu, bagi pasangan homo yang menikah di luar negeri, seperti pasangan Wim-Philip, secara hukum perkawinan mereka jadi sah. Dasar hukumnya, kata Sri, karena setiap negara –termasuk Indonesia– mengakui hukum yang berlaku di negara lain. Termasuk mengakui legalitas perkawinan seperti yang diatur dalam hukum Belanda.

Dr. Ismet Yusuf, psikiater lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, sepakat bahwa perkawinan Wim-Philip tak bakal memicu keberanian kaum homo lainnya dalam unjuk diri. Sebab, katanya, kebanyakan dari mereka malu menunjukkan ke-gay-annya di muka umum. “Ada semacam kebimbangan dalam diri mereka,” kata peneliti hubungan sejenis warok-gemblak ini kepada Syamsul Hidayat dari GATRA. Atas alasan ini pula, menurut Ismet, sebetulnya jumlah kaum homo yang “menikah” diam-diam jauh lebih banyak ketimbang yang terang-terangan mendapat legalitas.

Sikap pemalu ini tecermin dari belum beraninya semua gay menyatakan diri sebagai kaum gay. Memang hasil survei YPKN menunjukkan, ada 4.000 hingga 5.000 penyuka sesama jenis di Jakarta. Sedangkan Gaya Nusantara memperkirakan, 260.000 dari enam juta penduduk Jawa Timur adalah homo. Angka-angka itu belum termasuk kaum homo di kota-kota besar. Dede memperkirakan, secara nasional jumlahnya mencapai sekitar 1% dari total penduduk Indonesia. Kalau asumsi Dede benar, tentunya itu sebuah angka yang membelalakkan mata.

Bukan Rumput untuk Ternak

SECARA universal, perkawinan bertujuan mengembangkan keturunan umat manusia di persada bumi ini. Berbagai ajaran agama, lewat teks-teks sucinya, bersepakat bahwa perkawinan, selain sebagai wujud penyaluran naluri biologis, juga berperan untuk pembinaan rumah tangga. Pelakunya adalah lelaki dengan perempuan.

Dalam ajaran Islam, misalnya, Allah menyuruh umat manusia bertakwa kepada Tuhan yang telah menjadikan manusia dari satu diri, lalu Ia jadikan jodohnya. Kemudian dikembangkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali (An-Nisaa ayat 1). Tapi, di sini letak perbedaan antara manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Bila makhluk lain kawin untuk mengikuti naluri biologisnya, berhubungan kelamin semaunya, perkawinan manusia dipenuhi muatan moral. “Untuk manusia, Allah membuat hukum sesuai dengan martabatnya,” begitu tulis Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah.

imageProsesi perkawinan diatur atas sandaran saling meridhai, pakai upacara ijab kabul, dan dihadiri para saksi. Bentuk perkawinan seperti ini memberi jalan aman pada naluri biologis manusia, memelihara keturunan, dan menjaga martabat perempuan agar tak seperti rumput yang bisa dimakan binatang ternak dengan sewenang-wenang.

Karena itu, hubungan suami-istri ditempatkan pada naungan naluri keibuan dan kebapakan. Cara itu akan menyuburkan tetumbuhan yang baik dan menghasilkan buah yang bagus. Itulah perkawinan yang diajarkan Islam. Menurut Direktur Eksekutif Pondok Pesantren Daarut Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Husein Muhammad, definisi perkawinan adalah ikatan antara laki-laki dan perempuan. “Arti kata pernikahan adalah kumpul, yakni bersatunya dua hal menjadi satu. Dan itu antara perempuan dan laki-laki,” kata Husein kepada Luqman Hakim Arifin dari GATRA. Karena itu, menurut Husein, di dalam Islam, pernikahan sesama jenis belum bisa dibenarkan.

Dalam pandangan agama Kristen, perkawinan adalah sesuatu yang kudus, merupakan bentuk ikatan yang satu kali untuk selamanya. Berlangsung antara pria dan wanita. Perilaku perkawinan menyimpang, menurut pendiri Gospel Overseas Studio, Jakarta, Pendeta Gilbert Lumoindong, bisa dicegah melalui jalan keluarga. Dalam keluarga harus diciptakan suasana bahagia dan bernilai rohani. “Tidak asal menghakimi, tapi saling mengasihi serta menolong,” tutur bapak tiga anak itu kepada Marya Onny dari GATRA. Bila peran ini dijalankan dengan baik oleh sebuah keluarga, anak bisa terhindar dari perilaku menyimpang.

imageDalam pandangan agama Buddha, perkawinan adalah untuk membantu mengentaskan makhluk hidup. Tak hanya untuk manusia. “Tapi, sebelum mengentaskan semua makhluk hidup dari penderitaan, kita membantu makhluk hidup di sekitar kita. Yakni keluarga kita dulu,” kata Kusala Pahassa, bikku aliran Buddha Mahayana di Wihara Mahawira, Jakarta Utara.

Dalam pandangan Kusala, agar perkawinan tak menyimpang menurut agama, diperlukan keteladanan orangtua. “Keluarga adalah tempat kita berteduh,” tuturnya. Komunikasi yang terhambat, baik antar-orangtua maupun antara orangtua dan anak, menyebabkan penyimpangan perilaku.

Nah, bagi mereka yang telanjur dinilai menyimpang dari norma-norma, semua pemuka agama memberi resep sama: peluk dan ajaklah dialog. Baik Husein Muhammad, Gilbert Lumoindong, maupun Kusala Pahassa bersepakat bahwa mereka yang dianggap menyimpang dari agama perlu diajak dialog, dan diberi pengertian dengan penuh kasih.

Jalan Tuhan dan kemauan keluar dari komunitas menyimpang, menurut Gilbert, adalah resep ampuh untuk kembali normal. Kusala Pahassa sepakat dengan Gilbert. Adapun Husein mengingatkan, proses dialog, apa pun hasilnya, mesti terus-menerus dilakukan. Itulah tugas agamawan: mengajak ke jalan yang benar dengan cara yang santun. Jauh dari hiruk-pikuk caci maki dan saling vonis.(a)

Permalink 1 Comment

Laknat Allah atas Zionis

10 May, 2007 at 11:34 pm (Artikel)

Tahukah Anda? Protocol Of Zions Lahir di Rumah Rotschilds Tahun 1773
11 Mei 2007
imageimageProtocol of Zions atau Protokolat Zionis merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.

Dalam bukunya The International Jew (1976), Henry Ford menyatakan, “Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya…” :video

Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.

Selain keberadaannya yang menimbulkan polemik berkepanjangan, Protokolat Zionis ternyata juga sering disalahkaprahkan sebagai satu dokumen rahasia yang dilahirkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897.

imagePandangan ini berangkat dari fakta bahwa di dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl tersebut, Protokolat Zionis memang disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia.

Alhasil, setelah kongres pertama tersebut, Palestina akhirnya jatuh ke tangan kaum Zionis setelah Balfour menulis suratnya yang terkenal (1917). Padahal kala itu Palestina masih berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, dan Inggris sama sekali tidak punya hak secuil pun atas tanah Palestina. Setelah Zionis berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmaniyah pada tanggal 3 Maret 1924, barulah Palestina jatuh ke tangan kelompok Zionis ini. Perang Dunia I dan II juga diyakini merupakan hasil konspirasi mereka.

Pandangan ini ternyata keliru. Benar bahwa jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah, Perang Dunia I dan II, serta sejumlah peristiwa besar dunia, senantiasa merupakan buah dari konspirasi mereka, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional. Sejarahnya berawal dari Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan.

image
Dinasti Tameng Merah
Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya Monaco dan Lechtenstein. Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh.

Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin.

Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan. Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya.

Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal. Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh.

Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, Frankfurt, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.

Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional.

Isi Protokol Zionis
Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:

image

  1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
  2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
  3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
  4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
  5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
  6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
  7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
  8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
  9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
  10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
  11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
  12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
  13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
  14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
  15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
  16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
  17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
  18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
  19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
  20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
  21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
  22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
  23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
  24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
  25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya. (rz/eramuslim)

Permalink Leave a Comment

Yahudi, Bangsa Kera yang Rakus

10 May, 2007 at 11:07 pm (Uncategorized)

Israel Bangun Dua Kampung Yahudi di Al-Quds dengan 20 ribu Unit

Infopalestina – Al-Quds: Komite Pembangunan Daerah milik Israel di kota Al-Quds menetapkan rencana pembangunan pemukiman baru terdiri dari dua kampung yang mencakup 20.000 unit rumah tinggal.

Kepala Komite perencanaan dan pembangunan ini, Yusak Bulak yang juga motifator pembangunan permukiman di Al-Quds menyatakan, tujuan rencana ini adalah menciptakan keseimbangan geografi antara kota suci itu dan permukiman Israel di sebelah utara.

Harian Haaretz Israel menyebutkan dalam edisi Kamis (10/05) bahwa keputusan ini diambil dalam waktu 10 hari yang lalu. Dalam pasal keputusan itu disebutkan, rencana ini ingin mengubah bagian-bagian peta untuk membuka pembangunan di sejumlah wilayah di kota Al-Quds seperti; Fulaga, Afaat, Alona, wilayah Bandara Athrut dan wilayah lainnya.

Komite Israel ini mengaku, kebanyakan wilayah dicatat sebagai wilayah �gaib� warga Palestina yang dianggap tidak ada oleh Israel. Kemudian wilayah itu dikuasai Israel.

Bolak menyatakan, ada kemungkinan dibangun lebih dari 10.000 unit tempat tinggal. Ia menyatakan, jika wilayah Fulaga sudah dibangun maka otomatis akan terhubung dengan permukiman Atsiun melalui jalan terowongan. Di wilayah bandara Athrut di utara Al-Quds juga dibangun 10.000 unit tempat tinggal lainnya.

Harian Israel Haaretz sebelumnya mengungkap tentang rencana besar pembangunan sebuah kampung yahudi garis keras di wilayah bandara Athrut dan disambungkan dengan terowongan di permukiman Betibil.

Di samping pembangunan dua kampung itu, komite pembangunan juga akan mengubah wilayah antara baldah Abu Dais dan Al-Quds Timur ke wilayah permukiman Israel. sumber Israel menyebutkan, wilayah itu milik milioner Amerika. ada rencana pembangunan 500 unit permukiman di sana.

Ketua komite ini menyatakan, secara politik sudah jelas bahwa Gos Atzion akan tetap berada di bawah kekuasaan Israel.(ahs)

Permalink Leave a Comment

Israel Sang Pembantai…!

10 May, 2007 at 11:04 pm (Uncategorized)

Israel Bunuh Janin, Lukai dan Culik 7 Palestina di Nablus

Infopalestina � Nablus: Malang nasib janin yang masih di kandungan ibunya. Ia harus harus menemui ajalnya di usianya yang ke tujuh bulan di perut ibunya di tangan serdadu Israel dalam sebuah aksi serangan di kamp Ain Bethma Barat Nablus.

Serangan Israel dilakukan dengan dukungan 30 kendaraan militer Kamis dini hari ini (10/09). Sumber local menyebutkan, seorang wanita yang sedang hamil yang diketahui bernama Maha Muhammad Rafat (30) menyatakan, serdadu Israel menembakinya di bagian punggungnya dan langsung mengenai bayi tujuah bulan yang sedang di kandungannya. Akibatnya, bayi tersebut meninggal secara langsung. Di samping itu, seorang pemuda yang diketahui bernama Ibrahim Qathuni (30) dan Muhammad Shalih (18) mengalami luka-luka.

Sejumlah sumber menyatakan, wanita Maha itu dievakuasi ke RS Ravidia barat kota Nablus usai kejadian dan dilakukan operasi bedah secara langsung. Pihak medis menyebutkan, kondisi kesehatannya sangat kritis karena mengalami pendaraah hebat. Anehnya, usai kejadian penembakan itu, serdadu Israel tidak mengizinkan mobil ambulan untuk mengevakuasi korban.

Sejumlah mobil militer Israel juga menggeledah kota Nablus di wilayah perlintasan Betiba barat kota dan menyebar di kamp Ain dan wilayah sekitarnya terutama jalan Sakkah, kampung Maajin dan kawasan periwisata.

Wilayah lain sekitar Nablus juga dikepung dan digeledah oleh serdadu Israel. Bahkan dengan tembakan membabi buta.

Di daerah bukit utara Israel menangkap pemuda Ahmad Sahrawi (14) setelah rumahnya digeledah. Sejumlah kendaraan militer Israel dengan diikuti oleh buldoser juga mengepung kamp Balatah timur Nablus dan menggeledah sejumlah rumah termasuk rmah Abu Ayid di kampung Makdusah dan rumah Huwaithi di kampung Jamasin dan menculik seorang pemuda yang diketahui bernama Main Husain Abu Dira� (18). Di kamp Askar baru Israel menangkap pemuda Ahmad Hasan Al-Tik (19).(ahs)

Permalink Leave a Comment

Hari ini Israel Hancurkan dan Hilangkan Bagian-bagian Masjid Al-Aqsha

10 May, 2007 at 11:02 pm (Uncategorized)

Raed: Hari ini Israel Hancurkan dan Hilangkan Bagian-bagian Masjid Al-Aqsha

Infopalestina � Al-Quds: Syaikh Raed Shalah, ketua Gerakan Islam Palestina 1948 menegaskan, pemerintah penjajah Israel akan mulai Kamis ini (10/05) merealisasikan rencana-rencana penggalian, penghancuran dan penghilangan di wilayah tembok Barrak dan jalan gerbang Magharibah di kota Al-Quds.

Syaikh Raed mengisyaratkan adalah tander baru dinas peninggalan bersejarah Israel yang mengajak kepada pebisnis Israel untuk menawarkan diri dalam membantu menggali peninggalan bersejarah di tembok Barraq gerbang Magharibah tahap II.

Syaikh Raed menegaskan, proses penghancuran baru akan mencakup pemindahan tanah pada saat penggalian dilakukan, kegiatan arsitek dan pemancangan tiang, pendirian tembok, pemasangan papan nama, dan pembuatan akses jalan.

Persyaratan tender peserta di antaranya harus memiliki pengalaman dalam aktifitas penggalian dan pembuangan sisa-sisa bangunan. Waktu penggalian itu juga harus dilakukan pada malam hari dari 3.00 sore hingga 6.30 pagi hari.

Dalam tender itu diminta pada tahap penghancuran pertama adalah pembuangan 13.000 kubik tanah dan batu dari gerbang Magharibah. Tander juga mensyaraktkan menghadirkan buldoser kecil yang mampu masuk ke tembok Barraq dan menghadirkan buldoser untuk melanjutkan penghancuran halaman masjid Al-Aqsha yang dikerjakan selama 60 hari.

Sementara tahap ke II menurut Syaikh Raed masih belum jelas. Karenanya, beliau meminta kepada dunia Arab dan Islam serta pemerintah Palestina untuk bertanggungjawab di hadapan Allah dan sejarah atas tindakan Israel ini. Menurutnya, kelemahan sikap Arab dan dunia Islam yang mendorong Israel makin berani.

Permalink Leave a Comment

Hari ini Israel Hancurkan dan Hilangkan Bagian-bagian Masjid Al-Aqsha

10 May, 2007 at 11:01 pm (Warta Muslim)

Raed: Hari ini Israel Hancurkan dan Hilangkan Bagian-bagian Masjid Al-Aqsha

Infopalestina � Al-Quds: Syaikh Raed Shalah, ketua Gerakan Islam Palestina 1948 menegaskan, pemerintah penjajah Israel akan mulai Kamis ini (10/05) merealisasikan rencana-rencana penggalian, penghancuran dan penghilangan di wilayah tembok Barrak dan jalan gerbang Magharibah di kota Al-Quds.

Syaikh Raed mengisyaratkan adalah tander baru dinas peninggalan bersejarah Israel yang mengajak kepada pebisnis Israel untuk menawarkan diri dalam membantu menggali peninggalan bersejarah di tembok Barraq gerbang Magharibah tahap II.

Syaikh Raed menegaskan, proses penghancuran baru akan mencakup pemindahan tanah pada saat penggalian dilakukan, kegiatan arsitek dan pemancangan tiang, pendirian tembok, pemasangan papan nama, dan pembuatan akses jalan.

Persyaratan tender peserta di antaranya harus memiliki pengalaman dalam aktifitas penggalian dan pembuangan sisa-sisa bangunan. Waktu penggalian itu juga harus dilakukan pada malam hari dari 3.00 sore hingga 6.30 pagi hari.  

Dalam tender itu diminta pada tahap penghancuran pertama adalah pembuangan 13.000 kubik tanah dan batu dari gerbang Magharibah. Tander juga mensyaraktkan menghadirkan buldoser kecil yang mampu masuk ke tembok Barraq dan menghadirkan buldoser untuk melanjutkan penghancuran halaman masjid Al-Aqsha yang dikerjakan selama 60 hari.  

Sementara tahap ke II menurut Syaikh Raed masih belum jelas. Karenanya, beliau meminta kepada dunia Arab dan Islam serta pemerintah Palestina untuk bertanggungjawab di hadapan Allah dan sejarah atas tindakan Israel ini. Menurutnya, kelemahan sikap Arab dan dunia Islam yang mendorong Israel makin berani.(ahs)

Permalink Leave a Comment

Islam di Papua, Sejarah yang Terlupakan

10 May, 2007 at 10:59 pm (Warta Muslim)

Islam di Papua, Sejarah yang Terlupakan

Islam masuk lebih awal sebelum agama lainnya di Papua. Namun, banyak upaya pengaburan, seolah-olah, Papua adalah pulau Kristen. Bagaimana sejarahnya?

Upaya-upaya pengkaburan dan penghapusan sejarah dakwah Islam berlangsung dengan cara sistematis di seantero negeri ini. Setelah Sumetera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku diklaim sebagai kawasan Kristen, dengan berbagai potensi menariknya, Papua merupakan jualan terlaris saat ini. Papua diklaim milik Kristen!

Ironis, karena hal itu mengaburkan fakta dan data sebenarnya di mana Islam telah hadir berperan nyata jauh sebelum kedatangan mereka (agama Kristen Missionaris). :foto

Berikut catatan Ali Atwa, wartawan Majalah Suara Hidayatullah dan juga penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua)” tentang Islam di Bumi Cenderawasih bagian pertama:

Menurut HJ. de Graaf, seorang ahli sejarah asal Belanda, Islam hadir di Asia Tenggara melalui tiga cara: Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan yang damai; kedua, melalui dakwah para dai dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.

Dari catatan-catatan yang ada menunjukkan bahwa kedatangan Islam di tanah Papua, sesungguhnya sudah sanggat lama. Islam datang ke sana melalui jalur-jalur perdagangan sebagaimana di kawasan lain di nusantara.

Sayangnya hingga saat ini belum ditentukan secara persis kapan hal itu terjadi. Sejumlah seminar yang pernah digelar seperti di Aceh pada tahun 1994, termasuk yang dilangsungkan di ibukota provinsi Kabupaten Fakfak dan di Jayapura pada tahun 1997, belum menemukan kesepakatan itu. Namun yang pasti, jauh sebelum para misionaris menginjakkan kakinya di kawasan ini, berdasarkan data otentik yang diketemukan saat ini menunjukkan bahwa muballigh-muballigh Islam telah lebih dahulu berada di sana.

Aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan bagian dari rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara. Menurut kesimpulan yang ditarik di dalam sebuah seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia, Medan 1963, Islam masuk ke Indonesia sudah sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Di mana daerah pertama yang didatangi oleh Islam adalah pesisir Utara Sumatera, dan setelah berkembangnya para pemeluk Islam, maka kerajaan Islam yang pertama di Indonesia ialah Kerajaaan Perlak, tahun 840.

Perkembangan agama Islam bertambah pesar pada masa Kerajaan Samudera Pasai, sehingga menjadi pusat kajian Agama Islam di Asia Tenggara. Saat itu dalam pengembangan pendidikan Islam mendapatkan dukungan dari pimpinan kerajaan, sultan, uleebalang, panglima sagi dan lain-lain. Setelah kerajaan Perlak, berturut-turut muncul Kerajaan Islam Samudera Pasai (1042), Kerajaan Islam Aceh (1025), Kerajaan Islam Benua Tamiah (1184), Kerajaan Islam Darussalam(1511).

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa sebelum tahun 1416 Islam sudah masuk di Pulau Jawa. Penyiaran Islam pertama di tanah jawa dilakukan oleh Wali Songo (Wali Sembilan). Yang terkenal sebagai orang yang mula-mula memasukkan Islam ke Jawa ialah Maulana Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419. Ketika Portugis mendaratkan kakinya di pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1526, Islam sudah berpengaruh di sini yang dipimpin oleh Falatehan. Putera Falatehan, Hasanuddin, pada tahun 1552 oleh ayahnya diserahi memimpin banten.

Di bawah pemerintahannya agama Islam terus berkembang. Dari Banten menjalar ke Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Juga di pula Madura agama Islam berkembang.

Pada pertengahan abad ke-16 penduduk Minangkabau memeluk Islam begitu juga di Gayo Sumatera Utara. Ketika Sultan Malaka terakhir diusir oleh Portugis, ia menetap di Pulau Bintan, yang kala itu sudah menjadi negeri Islam (1511).

Pada tahun 1514, sebagian penduduk Brunai di Kalimantan sudah memeluk agama Islam. Bahkan pada tahun 1541, raja Brunai sendiri masuk Islam. Di Kalimantan Barat, Sambar, yang menjadi bawahan negeri johor, penduduknya sudah masuk Islam pada pertengahan abad ke-16. Di bagian selatan Kalimantan yang tadinya merupakan wilayah kekuasaan Kejaraan Majapahit, setelah Majapahit ditaklukan oleh Kerajaan Islam Demak. Masuknya Islam di Banjarmasin sekitar tahun 1550, dan pada tahun 1620 di Kotawaringin telah terdapat seorang raja yang memeluk agama Islam.

Pada tahun 1600 Kerajaan Pasir dan Kutai telah menjadi daerah Islam. Seabad kemudian menyusul Kerajaan Berau dan Bulungan. Di Sulawesi raja Goa tahun 1603 masuk Islam. Selanjutnya raja Goa mengislamkan daerah-daerah di sekitarnya seperti Bone [1606], Soppeng [1609], Bima (1626), Sumbawa (1626) juga Luwu, Palopo, mandar, Majene menjadi daerah Islam.

Di wilayah Sulawesi Utara mulai dari Mandar sampai Manado pada pertengahan abad ke -16 menjadi bawahan Kerajaan Ternate yang rajanya adalah seorang Muslim. Atas ajakan raja Ternate, raja Bolaang Mongondow memeluk Islam. Terus ke timur di kepulauan Maluku pada mula abad ke-16 telah memiliki kerajaan Islam yakni Kerajaan Bacan. Muballigh dari kerajaan Ini terus mendakwahkan Islam ke kawasan tetangganya di Papua melalui jalur perdagangan.

Sejak Zaman Kerajaan Majapahit
imageSeorang Guru Besar Bidang Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Dr. Moehammad Habib Mustofo, yang sekaligus Ketua Asosiasi Ahli Epigrafi Indonesia (AAEI) Jawa Timur menjelaskan bahwa dakwah Islam sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Apalagi dengan diketemukanya data artefakt yang waktunya terentang antara 1368-1611M yang membuktikan adanya komunitas Muslim di sikitar Pusat Keraton Majapahit, di Troloyo, yakni sebuah daerah bagian selatan Pusat Keraton Majapahit yang waktu itu terdapat di Trowulan.

Situs Islam di Troloyo sudah dikenal sejak abad XIX, namun para ilmuwan meragukan kepentingan nisan-nisan itu sebagai salah satu sumber primer yang penting berkaitan dengan islamisasi di Jawa.

L.W.C. van den Berg, pada laporannya tertanggal 1 Februari 1887 tentang data epigrafi Arab di Situs Troloyo meragukan keasliannya, karena tulisan Arabnya yang kasar dan banyak salah tulis. Selanjutnya ia berpendapat bahwa inskripsi Arabnya sengaja ditambahkan kemudian pada artefak yang berisi tahun saka itu (Damais, 1957:365).

Pendapat lain dikemukakan oleh Veth, yang memperkirakan bahwa nisan-nisan tersebut berasal dari bagu candi. N.J. Krom menyatakan sittus Troloyo tidak mempunyai nilai arkeologis(Krom, 1923:184).

Sikap para sarjana terhadap temuan di Troloyo tersebut mulai berubah sejak tahun 1942. W.F. Stuterheim yang menjabat sebagai kepala Oudheidkundig Diens, menjelang penduddukan Jepang di Indonesia mengajak L.C. Damais ke Situs Troloyo. Stuterhem mengharapkan temuan Damais, yang seorang antropolog berkebangsaan Perancis itu akan menambah pengetahuan baru dalam arkeologi Islam. Hasil penelitian Damais itu baru dipublikasikan pada tahun 1957.

Dari hasil penelitian Damais didapat pandangan yang menarik karena di sana didapati suatu interaksi antara komunitas Muslim saat itu dengan para penganut Hindu-Budha di bawah pemerintahan Majapahit.

Kesimpulan tersebut didasarkan atas studi huruf Jawa kuno dalam konteks makam Islam di daerah Troloyo tertulis tahun 1368-1611M. Kajian tentang huruf yang terdapat pada nisan Islam di Troloyo tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk angka Jawa kuno dipengaruhi oleh bentuk tulisan Arab yang serba tebal dan besar.

Kajian oleh L.C. Damais dan de Casparis dari sudut paleografi membuktikan bahwa telah terjadi saling pengaruh antara dua kebudayaan yang berbeda (yakni antara Hindu-Budha-Islam) pada awal perkembangan Islam di Jawa Timur. Melalui data-data tersebut, Habib ingin menjelaskan bahwa sesungguhnya dakwah Islam sudah terjadi terjadi jauh sebelum keruntuhan total kerajaan Majapahit yakni tahun 1527M. Dengan kata lain, ketika kerajaan Majapahit berada di puncak kejayaannya, syiar Islam juga terus menggeliat melalui jalur-jalur perdagangan di daerah-daerah yang menjadi kekuasaan Majapahit di delapan mandala (meliputi seluruh nusantara) hingga malaysia, Brunei Darussalam, hingga di seluruh kepulauan Papua.

Masa antara abad XIV-XV memiliki arti penting dalam sejarah kebudayaan Nusantara, di mana pada saat itu ditandai hegemoni Majapahit sebagai Kerajaan Hindu-Budha mulai pudar. Se-zaman dengan itu, muncul jaman baru yang ditandai penyebaran Islam melalui jalar perdagangan Nusantara.

Melalui jalur damai perdagangan itulah, Islam kemudian semakin dikenal di tengah masyarakat Papua. Kala itu penyebaran Islam masih relatif terbatas di kota-kota pelabuhan. Para pedagang dan ulama menjadi guru-guru yang sangat besar pengaruhnya di tempat-tempat baru.

Sebagai kerajaan tangguh masa itu, kekuasaan Kerajaan Majapahit meliputi seluruh wilayah Nusantara, termasuk Papua. Beberapa daerah di kawasan tersebut bahkan disebut-sebut dalam kitab Negarakertagama, sebagai wilayah Yurisdiksinya. Keterangan mengenai hal itu antara disebutkan sebagai berikut:

“Muwah tang i Gurun sanusanusa mangaram ri Lombok Mirah lawan tikang i Saksakadi nikalun kahaiyan kabeh nuwati tanah i bantayan pramuka Bantayan len luwuk teken Udamakatrayadhi nikang sanusapupul”.

“Ikang sakasanusasanusa Makasar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang i [ng] Salaya Sumba Solot Muar muwah tigang i Wandan Ambwan Athawa maloko Ewanin ri Sran ini Timur ning angeka nusatutur”.

Dari keterangan yang diperoleh dalam kitab klasik itu, menurut sejumlah ahli bahasa yang dimaksud “Ewanin” adalah nama lain untuk daerah “Onin” dan “Sran” adalah nama lain untuk “Kowiai“. Semua tempat itu berada di Kaimana, Fak-Fak. Dari data tersebut menjelaskan bahwa pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.

Menurut Thomas W. Arnold : “The Preaching of Islam”, setelah kerajaan Majapahit runtuh, dikalahkan oleh kerajaan Islam Demak, pemegang kekuasan berikutnya adalah Demak Islam. Dapat dikatakan sejak zaman baru itu, pengaruh kerajaan Islam Demak juga menyebar ke Papua, baik langsung maupun tidak.

Dari sumber-sumber Barat diperoleh catatan bahwa pada abad ke XVI sejumlah daerah di Papua bagian barat, yakni wilayah-wilayah Waigeo, Missool, Waigama, dan Salawati, tunduk kepada kekuasaan Sultan Bacan di Maluku.

Catatan serupa tertuang dalam sebuah buku yang dikeluarkan oleh Periplus Edition, di buku “Irian Jaya”, hal 20 sebuah wadah sosial milik misionaris menyebutkan tentang daerah yang terpengaruh Islam. Dalam kitab Negarakertagama, di abad ke 14 di sana ditulis tentang kekuasaan kerajaan Majapahit di Jawa Timur, di mana di sana disebutkan dua wilayah di Irian yakni Onin dan Seran

Bahkan lebih lanjut dijelaskan: Namun demikian armada-armada perdagangan yang berdatangan dari Maluku dan barangkali dari pulau Jawa di sebelah barat kawasan ini, telah memiliki pengaruh jauh sebelumnya.

….Pengaruh ras austronesia dapat dilihat dari kepemimpinan raja di antara keempat suku, yang boleh jadi diadaptasi dari Kesultanan Ternate, Tidore dan Jailolo. Dengan politik kontrol yang ketat di bidang perdagangan pengaruh kekuasaan Kesultanan Ternate di temukan di raja Ampat di Sorong dan di seputar Fakfak dan diwilayah Kaimana

Sumber cerita rakyat mengisahkan bahwa daerah Biak Numfor telah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sultan Tidore.

Sejak abad ke-XV. Sejumlah tokoh lokal, bahkan diangkat oleh Sultan Tidore menjadi pemimpin-pemimpin di Biak. Mereka diberi berbagai macam gelar, yang merupakan jabatan suatu daerah. Sejumlah nama jabatan itu sekarang ini dapat ditemui dalam bentuk marga/fam penduduk Biak Numfor.

Kedatangan Orang Islam Pertama
Berdasarkan keterangan di atas jelaslah bahwa, masuknya Islam ke Papua, tidak bisa dilepaskan dengan jalur dan hubungan daerah ini dengan daerah lain di Indonesia. Selain faktor pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit, masuknya Islam ke kawasan ini adalah lewat Maluku, di mana pada masa itu terdapat kerajaan Islam berpengaruh di kawasan Indonesia Timur, yakni kerajaan Bacan.

Bahkan keberadaan Islam Bacan di Maluku sejak tahun 1520 M dan telah menguasai beberapa daerah di Papua pada abad XVI telah tercatat dalam sejarah. Sejumlah daerah seperti Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati pada abad XVI telah mendapat pengaruh dari ajaran Islam. Melalui pengaruh Sultan Bacan inilah maka sejumlah pemuka masyarakat di pulau-pulau tadi memeluk agama Islam, khususnya yang di wilayah pesisir. Sementara yang dipedalaman masih tetap menganut faham animisme.

Thomas Arnold yang seorang orientalis berkebangsaan Inggris memberi catatan kaki dalam kaitannya dengan wilayah Islam tersebut: “…beberapa suku Papua di pulau Gebi antara Waigyu dan Halmahera telah diislamkan oleh kaum pendatang dari Maluku”

Tentang masuk dan berkembangnya syi’ar Islam di daerah Papua, lebih lanjut Arnold menjelaskan: “Di Irian sendiri, hanya sedikit penduduk yang memeluk Islam. Agama ini pertama kali dibawa masuk ke pesisir barat [mungkin semenanjung Onin] oleh para pedagang Muslim yang berusaha sambil berdakwah di kalangan penduduk, dan itu terjadi sejak tahun 1606. Tetapi nampaknya kemajuannya berjalan sangat lambat selama berabad-abad kemudian…”

Bila ditinjau dari laporan Arnold tersebut, maka berarti masuknya Islam ke daerah Papua terjadi pada awal abad ke XVII, atau dua abad lebih awal dari masuknya agama Kristen Protestan yang masuk pertama kali di daerah Manokwari pada tahun 1855, yaitu ketika dua orang missionaris Jerman bernama C.W. Ottow dan G.J. Geissler mendarat dan kemudian menjadi pelopor kegiatan missionaris di sana. (Ali Atwa, penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua).”(ahs)

Permalink 4 Comments

ANCAMAN GLOBAL FREEMASONRY

10 May, 2007 at 10:51 pm (Uncategorized)

Ancaman Global Freemasonry Terbongkarnya Sisi Gelap Pemikiran Masonik

Oleh : Erros Jafar

Pendahuluan

imageSelama berabad-abad, Freemasonry telah memancing banyak diskusi. Sebagian orang menuduhkan aneka kejahatan dan hal buruk yang fantastis kepada Masonry. Alih-alih mencoba memahami “Persaudaraan” tersebut dan mengkritisinya secara objektif, mereka bersikap sangat bermusuhan terhadapnya. Sebaliknya, para Mason kian bersikukuh dengan tradisi tutup mulut terhadap semua tuduhan ini, dan lebih memilih untuk tampil sebagai klub sosial biasa yang bukanlah bentuk sejati mereka.

Buku ini berisi paparan yang pas tentang Masonry sebagai suatu aliran pemikiran. Pengaruh terpenting yang menyatukan para Mason adalah filsafat mereka yang paling tepat dideskripsikan sebagai “materialisme” dan “humanisme sekuler”. Namun, Masonry adalah suatu filsafat keliru yang berlandaskan pada berbagai anggapan yang salah dan teori yang cacat. Inilah hal mendasar yang mesti menjadi titik tolak untuk mengkritisi Masonry.
Pentingnya kritisisme semacam itu perlu diungkapkan sejak awal, tidak hanya untuk menjelaskan subjek ini kepada non-Mason, tetapi juga untuk mengajak para Mason sendiri memahami kebenaran. Tentu saja, sebagaimana orang lain, para Mason bebas memilih sendiri, dan dapat mengambil cara pandang apa pun yang mereka inginkan tentang dunia dan hidup sesuai dengannya. Ini adalah hak asasi mereka. Tetapi, orang lain pun punya hak untuk memaparkan dan mengkritisi kekeliruan-kekeliruan mereka, dan itulah yang coba dilakukan buku ini.

Kami pun menggunakan pendekatan yang serupa dalam kritisisme kami terhadap komunitas lainnya. Terhadap orang Yahudi misalnya. Sebagian buku ini juga bertalian dengan sejarah Yahudi dan mengajukan berbagai kritisisme tertentu yang penting. Harus dikemukakan bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan anti-Semitisme atau teori konspirasi “Yahudi-Masonik”. Memang, anti-Semitisme adalah sesuatu yang tak layak bagi seorang Muslim sejati. Orang Yahudi pada suatu masa telah menjadi bangsa yang dipilih oleh Allah, dan kepada mereka dikirimkan-Nya banyak Nabi. Sepanjang sejarah mereka telah ditimpa banyak kekejaman, bahkan menjadi korban pemusnahan massal, tetapi mereka tidak pernah menanggalkan identitas mereka. Di dalam Al Quran, Allah menyebut mereka, bersamaan dengan orang Nasrani, sebagai ahli kitab, dan memerintahkan orang Islam memperlakukan mereka dengan baik dan adil. Tetapi, bagian penting dari sikap adil ini adalah mengkritisi berbagai keyakinan dan praktik yang salah dari sebagian mereka, menunjukkan kepada mereka jalan menuju kebenaran sejati. Tetapi tentu saja, hak mereka untuk hidup sesuai dengan apa yang mereka percayai dan kehendaki tak perlu dipertanyakan lagi.

Buku Ancaman Global Freemasonry ini berangkat dari premis tersebut, dan secara kritis menelusuri akar Masonry, juga sasaran dan aktivitasnya. Dalam buku ini, pembaca juga akan menemukan ikhtisar sejarah pertarungan para Mason melawan agama-agama ketuhanan. Freemason memainkan peranan penting dalam alienasi Eropa dari agama, dan seterusnya, membangun ordo baru yang berlandaskan kepada filsafat materialisme dan humanisme sekuler. Kita juga akan memahami bagaimana pengaruh Masonry dalam penekanan dogma-dogma ini kepada peradaban non-Barat. Akhirnya, kita akan membahas metode-metode yang digunakan Masonry untuk membantu pengembangan dan pelestarian tatanan sosial yang berdasarkan dogma-dogma ini. Filsafat mereka dan metode yang mereka gunakan untuk mengembangkan filsafat ini akan didedah dan dikritisi.
Diharapkan bahwa fakta-fakta penting yang diuraikan di dalam buku ini akan menjadi sarana bagi banyak orang, termasuk para Mason sendiri, agar mampu melihat dunia dengan kesadaran yang lebih baik.

Setelah membaca buku ini, pembaca akan mampu mempertimbangkan banyak hal, dari aliran filsafat hingga kepala berita surat kabar, dari lagu rock hingga berbagai ideologi politik, dengan pemahaman yang lebih dalam, serta melihat dengan lebih baik arti dan tujuan di belakang berbagai peristiwa dan faktor. ( Disadur dari www.harunyahya.com )

Ancaman Global Freemasonry : Terbongkarnya Sisi Gelap Pemikiran Masonik
1. Dari Ordo Templar Ke Mesir Kuno 2. Kisah di Balik Kabbalah Mengkaji Ulang 3. Humanisme 4. Materialisme 5. Teori Evolusi
6. Perang Masonik Melawan Agama 7. Kesimpulan
I. Dari Ordo Templar Ke Mesir Kuno

PEJUANG SALIB


Akar Masonry dapat ditelusuri hingga ke Perang Salib melawan Muslim yang dimulai oleh Paus Urban II.

Umumnya ahli sejarah beranggapan bahwa Freemasonry berawal mula dari Perang Salib. Meskipun Masonry baru terbentuk dan diakui secara res-mi di Inggris pada awal abad ke-18, sebenarnya organisasi tersebut mengakar jauh hingga ke Perang Salib di abad ke-12. Di pusat kisah yang umum dikenal ini terdapat suatu ordo tentara salib yang dinamakan Ksatria Templar atau para Templar.

Enam tahun sebelum buku ini, buku kami yang berjudul New Masonic Order (Ordo Masonik Baru), mengkaji sejarah para Templar dengan amat terperinci. Jadi, kali ini hanya akan diberikan ikhtisarnya. Sebab, begitu kita menganalisis akar dari Masonry, dan pengaruhnya pada dunia, kita menemukan arti dari “Freemasonry Global”.

Betapapun banyaknya yang bersikeras bahwa Perang Salib adalah ekspedisi militer yang dilakukan atas nama iman Kristiani, pada dasarnya keuntungan materilah yang menjadi tujuannya. Pada periode Eropa dilanda kemiskinan dan kesengsaraan yang berat, kemakmuran dan kekayaan bangsa Timur, terutama bangsa Muslim di Timur Tengah, menarik perhatian bangsa Eropa. Walaupun menggunakan wajah agama, dan dihiasi dengan simbol-simbol Kristiani, gagasan Perang Salib sebenarnya lahir dari hasrat akan keuntungan duniawi. Inilah yang menyebabkan perubahan tiba-tiba dari kebijakan cinta damai sebelumnya di kalangan Kristen Eropa pada periode awal sejarah mereka, kepada agresi militer.


Pejuang-pejuang salib membawa malapetaka ke Yerusalem. Lukisan abad pertengahan di atas menggambarkan beberapa adegan mengerikan yang terjadi.

Pengagas Perang Salib adalah Paus Urban II. Pada tahun 1095, ia menyelenggarakan Konsili Clermont, di mana doktrin Kristen sebelumnya yang cinta damai ditinggalkan. Perang suci diserukan, dengan tujuan untuk merebut tanah suci dari tangan bangsa Muslim. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan konsili, dibentuklah pasukan Pejuang Salib yang amat besar, terdiri dari para tentara, dan puluhan ribu rakyat biasa.

Para ahli sejarah percaya bahwa upaya Urban II didorong oleh keinginannya untuk merintangi pencalonan seorang pesaingnya dalam kepausan. Sedangkan di balik sambutan penuh semangat dari para raja, pangeran, dan bangsawan Eropa atas seruan Paus, tujuan mereka pada dasarnya bersifat keduniaan. Sebagaimana diungkapkan oleh Donald Queller dari Universitas Illinois, “Ksatria-ksatria Prancis menginginkan lebih banyak tanah. Pedagang-pedagang Italia berharap untuk mengembangkan perdagangan di pelabuhan-pelabuhan Timur Tengah…. Sejumlah besar orang miskin bergabung dengan ekspedisi sekadar untuk melarikan diri dari kerasnya kehidupan sehari-hari mereka.” 1 Sepanjang jalan, massa yang serakah ini membantai banyak orang Muslim, dan bahkan Yahudi, dengan harapan untuk menemukan emas dan permata. Pejuang-pejuang salib bahkan membelah perut korban-korban mereka untuk menemukan emas dan batu-batu berharga yang mungkin telah mereka telan sebelum mati. Begitu besarnya keserakahan para pejuang salib akan harta, sehingga tanpa sesal mereka merampok kota Kristen Konstantinopel (Istanbul) pada Perang Salib IV, dan melucuti daun-daun emas dari lukisan-lukisan dinding Kristiani di Hagia Sophia.


Pejuang-pejuang salib menebas semua yang hidup di tanah yang mereka taklukkan.

Setelah perjalanan yang panjang dan sulit, serta begitu banyak perampasan dan pembantaian orang-orang Muslim, gerombolan campur aduk yang disebut Pejuang Salib ini mencapai Yerusalem di tahun 1099. Ketika akhirnya kota itu jatuh, setelah pengepungan selama hampir lima minggu, para Pejuang Salib masuk. Mereka melakukan kebuasan hingga tingkatan yang jarang disaksikan dunia. Semua orang Muslim dan Yahudi di kota itu mati di ujung pedang. Dalam narasi seorang ahli sejarah, “Mereka membunuh semua orang Saraken dan Turki yang mereka temukan… baik lelaki maupun wanita.”2 Salah seorang Pejuang Salib, Raymond of Aguiles, menyombongkan kekejaman ini:

Tampaklah pemandangan yang menakjubkan. Sebagian orang-orang kami (dan ini lebih murah hati) memenggal kepala-kepala musuh; yang lainnya memanah mereka, sehingga berjatuhan dari menara-menara; yang lain lagi menyiksa lebih lama dengan melemparkan mereka ke dalam api. Gundukan kepala, tangan, dan kaki tampak di jalan-jalan kota. Orang harus mencari jalan di antara mayat-mayat manusia dan kuda. Tetapi ini belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi di Kuil Sulaiman, tempat kebaktian keagamaan biasanya dinyanyikan… di dalam Kuil dan serambi Sulaiman, orang-orang berkuda berkubang darah hingga ke lutut dan tali kekang mereka. 3

Selama dua hari, pasukan Pejuang Salib membunuh sekitar 40.000 Muslim dengan cara yang sangat biadab. 4 Pejuang salib kemudian menjadikan Yerusalem ibukota mereka, dan membangun Kerajaan Latin yang membentang dari perbatasan Palestina hingga ke Antioch (Antakia).

Selanjutnya, para pejuang salib mulai berupaya untuk memperjuangkan posisinya di Timur Tengah. Untuk mempertahankan apa yang telah mereka bangun, mereka perlu mengorganisirnya. Untuk itu mereka membentuk ordo-ordo militer, dalam bentuk yang belum pernah ada sebelumnya. Anggota ordo-ordo ini datang dari Eropa ke Palestina, dan tinggal di semacam biara, di mana mereka menerima latihan militer untuk memerangi orang Muslim.

Secara khusus, salah satu dari ordo-ordo ini berbeda dengan yang lainnya. Ia mengalami transformasi yang akan memengaruhi jalannya sejarah. Namanya: Ordo Templar.

ORDO TEMPLAR


Ksatria templar mengembangkan kepercayaan pagan dengan kedok Kristiani.

Para Templar, atau lengkapnya, Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman, dibentuk pada tahun 1118, dua puluh tahun setelah tentara salib merebut Yerusalem. Pendiri ordo ini adalah dua ksatria Prancis, Hugh de Payens dan Godfrey de St. Omer. Berawal dari sembilan anggota, ordo ini terus berkembang. Nama kuil Sulaiman dipakai karena mereka membangun basis di gunung kuil, yakni lokasi reruntuhan kuil tersebut. Di sini pula berdiri Dome of the Rock (Qubah As-Sakhrah) .

Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur. Mereka mengontrol penuh para peziarah Kristen yang berdatangan dari Eropa ke Palestina, dan menjadi sangat kaya dari uang para peziarah tersebut. Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga. 5

Para Templar inilah yang paling bertanggung jawab atas serangan-serangan pejuang salib dan pembantaian bangsa Muslim. Karena itulah, komandan besar Islam Saladin (Shalahuddin Al Ayyubi), yang mengalahkan pasukan salib pada tahun 1187 pada Pertempuran Hattin, dan kemudian membebaskan Yerusalem, menghukum mati para Templar karena pembunuhan yang mereka lakukan, walaupun sebenarnya ia mengampuni banyak sekali orang Kristen. Namun, sekalipun kehilangan Yerusalem dan mengalami kekalahan besar, para Templar terus bertahan. Dan walaupun bangsa Kristen terus menyusut di Palestina, mereka meningkatkan kekuatan di Eropa dan, pertama di Prancis, kemudian di negara-negara lain, menjadi negara dalam negara.

Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan politik mereka menyusahkan raja-raja Eropa. Tetapi ada segi lain dari para Templar yang segera mengganggu kalangan kependetaan: ordo tersebut sedikit demi sedikit telah menyeleweng dari iman Kristen, dan sewaktu di Yerusalem telah mengambil sejumlah doktrin mistik yang asing. Berkembang juga desas-desus bahwa mereka menyelenggarakan ritus-ritus aneh untuk memberi bentuk pada doktrin mereka.


Ksatria templar yang melarikan diri dari Gereja diberi perlindungan oleh Raja Skot, Robert the Bruce.

Akhirnya, pada tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel memutuskan untuk menangkap anggota-anggota ordo ini. Sebagiannya berhasil melarikan diri tetapi kebanyakan mereka tertangkap. Paus Clement V juga bergabung dalam pembersihan ini. Setelah periode panjang interogasi dan pengadilan, banyak anggota Templar mengakui keyakinan ‘bidah’ mereka, bahwa mereka menolak iman Kristiani dan menghina Yesus dalam misa mereka. Akhirnya, para pemimpin Templar, yang dinamai “Imam Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, dan ordo tersebut tumpas dan secara resmi menghilang.

Segolongan ahli sejarah cenderung melukiskan sidang pengadilan para Templar sebagai konspirasi dari Raja Prancis, dan menggambarkan para ksatria itu tak bersalah atas segala dakwaan. Tetapi, cara interpretasi ini keliru dalam beberapa segi. Nesta H. Webster, ahli sejarah Inggris terkenal dengan begitu banyak mengetahui sejarah okultisme, menganalisis berbagai aspek ini dalam bukunya, Secret Societies And Subversive Movements. Menurut Webster, kecenderungan untuk melepaskan para Templar dari bidah yang mereka akui dalam masa pengadilan tidak tepat. Pertama, selama interogasi, walau secara umum terjadi, tidak semua Templar disiksa:

Lagipula, apakah pengakuan mereka tampak seperti hasil imajinasi murni orang-orang yang disiksa? Tentunya sukar dipercaya bahwa cerita tentang upacara pembaiatan — yang disampaikan dengan rinci oleh orang-orang di berbagai negara, dituturkan dalam kalimat yang berbeda, namun semuanya saling menyerupai — merupakan karangan semata-mata. Jika para korban dipaksa untuk mengarang-ngarang, cerita mereka tentu akan saling bertentangan; segala macam ritus liar dan fantastis diteriakkan dengan penuh kesakitan untuk memenuhi tuntutan interogator mereka. Tetapi sebaliknya, masing-masing tampak seperti mendeskripsikan upacara yang sama, baik lengkap maupun tidak, dengan sentuhan personal si pembicara, dan pada dasarnya semua cerita tersebut cocok. 6

Bagaimanapun juga, sidang pengadilan para Templar berakhir dengan tumpasnya ordo tersebut. Tetapi, walaupun sudah dibubarkan “secara resmi”, ia tidak benar-benar musnah. Selama penangkapan tiba-tiba pada tahun 1307, beberapa Templar lolos, dan berhasil menutupi jejak mereka. Menurut tesis yang berdasarkan pada berbagai dokumen sejarah, sejumlah besar mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Tak lama kemudian, mereka menemukan penyamaran yang tepat untuk melanjutkan gerakan rahasia mereka: mereka menyusup ke dalam gilda (serikat sekerja) terpenting di Kepulauan Inggris abad pertengahan — loge (pemondokan) para tukang batu, dan segera, mereka menguasai loge-loge ini sepenuhnya. 7

Loge para tukang batu berganti nama pada awal era modern, dengan “Loge masonik”. Ritus Skot merupakan cabang Masonry tertua, dan berasal mula di awal abad keempat belas, dari para Templar yang berlindung di Skotlandia. Dan, nama-nama yang diberikan kepada tingkat tertinggi dalam Ritus Skot adalah gelar-gelar yang diberikan kepada para ksatria dalam ordo Templar berabad-abad sebelumnya.

Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry. Tesis ini didukung oleh banyak bukti sejarah, dan diterima saat ini oleh banyak ahli sejarah Barat, baik mereka anggota Freemasonry ataupun tidak. Dalam buku kami, Ordo Masonik Baru, bukti ini dikaji secara terperinci.


Para Pejuang dan Para Bankir: sebuah buku tentang Ksatria Templar.

Tesis yang mengusut akar Masonry ke Ordo Templar seringkali dirujuk di dalam majalah-majalah yang diterbitkan oleh para Mason untuk kalangannya sendiri. Para Mason sangat menerima pendapat ini. Salah satu majalah ini bernama Mimar Sinan (terbitan Freemason Turki), yang menggambarkan hubungan antara Ordo Templar dengan Freemasonry dalam kata-kata berikut ini:

Di tahun 1312, ketika Raja Prancis, di bawah tekanan Gereja, membubarkan Ordo Templar dan memberikan hak-hak mereka kepada para Ksatria St. John di Yerusalem, aktivitas para Templar tidak berhenti. Sebagian besar Templar berlindung di berbagai loge Freemason yang beroperasi di Eropa pada saat itu. Pemimpin para Templar, Mabeignac, bersama beberapa anggota lainnya, mendapatkan perlindungan di Skotlandia dengan menyamar sebagai seorang tukang batu bernama Mac Benach. Raja Skot, Robert the Bruce, menyambut mereka dan mengizinkan mereka mengembangkan pengaruh besar terhadap loge-loge Mason di Skotlandia. Sebagai hasilnya, loge-loge Skot meraih peran penting dari sisi keahlian dan ide-ide mereka.

Freemason masa kini menggunakan nama Mac Benach dengan penuh hormat. Para Mason Skot, yang mewarisi pusaka para Templar, mengembalikannya ke Prancis bertahun-tahun kemudian dan membangun dasar bagi ritus yang dikenal sebagai Ritus Skot di sana. 8


Majalah Mimar Sinan, publikasi Masonik Turki yang ditujukan untuk anggotanya sendiri.

Sekali lagi, Mimar Sinan memberikan banyak informasi tentang hubungan antara Templar dan Freemasonry. Di dalam sebuah artikel berjudul “Templar dan Freemason” dinyatakan bahwa “ritual-ritual upacara pembaiatan Ordo Templar menyerupai Freemasonry masa kini.” 9 Menurut artikel yang sama, sebagaimana di dalam Masonry, para anggota Ordo Templar saling memanggil “saudara”. 10 Pada bagian akhir artikel tersebut, tercantum:

Ordo Templar dan organisasi Mason saling memengaruhi dengan sangat mencolok. Bahkan ritual-ritual dari berbagai lembaga begitu mirip sehingga bagaikan disalin dari para Templar. Dalam hal ini, para Mason telah mengidentifikasi diri mereka kepada para Templar begitu jauh dan dapat dikatakan bahwa apa yang dipandang sebagai esoterisme (kerahasiaan) asli Masonik sampai tingkatan yang penting merupakan warisan dari para Templar. Ringkasnya, sebagaimana kami sebutkan pada judul esei ini, kita dapat katakan bahwa titik berangkat dari seni megah Freemansory dan garis esoteris—awalnya milik para Templar dan ujung panahnya milik para Freemason.11

Akhirnya, kami katakan, jelas bahwa Freemasonry mengakar hingga ke Ordo Templar, dan bahwa para Mason telah mengadopsi filsafat ordo ini. Para Mason sendiri menerimanya. Tetapi sudah tentu, hal penting bagi pembahasan kita adalah sifat dasar dari filsafat ini. Apa yang membawa mereka ke situ? Mengapa mereka mengalami perubahan seperti itu di Yerusalem? Apa dampak dari filsafat yang diadopsi para Templar ini, melalui perantaraan Masonry, kepada dunia?


PARA TEMPLAR DAN KABBALAH

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar Freemasonry. Menurut para penulis ini, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar. Namun, selain itu para penulis juga mengkaji asal usul para Templar.

KAPEL ROSSLYN: SEBUAH KUIL TEMPLAR-MASON

Gereja yang dikenal sebagai “Kapel Rosslyn” di dekat Edinburgh, Skotlandia, diketahui sebagai suatu simbol kepercayaan bidah pagan para Templar. Untuk merekonstruksi bangunan ini, dipekerjakan para Mason dan Rosicrucian, penerus para Templar, dan mereka mendekor seluruh kapel dengan simbol-simbol yang merepresentasikan filsafat pagan mereka.

Dalam terbitan Masonry Turki, majalah Mimar Sinan, asal usul Masonik dan berbagai elemen pagan pada kapel itu diungkapkan sebagai berikut:

Bukti paling meyakinkan tentang kesatuan Templar dan Mason di Skotlandia adalah benteng dan kapel di desa Rosslyn, 10 km di Selatan Edinburg dan 15 km dari pusat Templar kuno di Balantrodoch. Para Templar hidup di daerah ini dan khususnya di benteng ini setelah tahun 1312 di bawah perlindungan para Baron St. Clair.

…Kapel tersebut dibangun antara tahun 1446-48 oleh Sir William St. Clair yang merupakan salah satu bangsawan utama di Skotlandia dan bahkan di Eropa saat itu. Para Mason dan Rosicrucian melakukan pembangunan. Arsitek kepala dari pembangunan ini adalah Imam Besar Templar, Sir William St. Clair yang membawa para arsitek dan tukang batu mason yang hidup berkelana dari setiap bagian Eropa. Rumah-rumah baru dibangun di desa terdekat dari Rosslyn dan sebuah perkampungan dibuka….


Kapel Rosslyn saat ini dan contoh simbol pagannya.


Perencanaan dan dekorasi kapel ini sungguh unik. Tidak ada contoh semacam itu di Skotlandia atau bahkan di Eropa. Kapel ini dengan sangat tepat menangkap atmosfer kuil Herod dan setiap bagiannya didekor dengan simbol-simbol Masonik. Di antara simbol itu adalah relief di dinding-dinding dan lengkungan-lengkungan yang menggambarkan kepala Hiram dan pembunuhnya, sebuah relief dari suatu upacara pembaiatan, dasar-dasar dari lengkungan, dan kompas-kompas. Selain dari fakta bahwa kapel ini dikonstruksi dalam suatu gaya pagan yang nyata, dengan berbagai elemen arsitektur Mesir, Yahudi, Gothik, Norman, Celtik, Skandinavia, Templar, dan Masonik, serta bahwa ia mengandung contoh kerajinan batu yang sangat kaya, salah satu aspek paling menarik darinya adalah bahwa puncak-puncak tiang didekor dengan motif kaktus dan jagung, di samping bermacam-macam bentuk tanaman lainnya….

Terdapat sangat banyak elemen dekoratif pagan di dalam kapel ini sehingga seorang pendeta, yang menuliskan kisah tentang pembabtisan yang dilakukan oleh Baron Rosslyn di tahun 1589 mengeluhkan, “karena kapel dipenuhi oleh patung-patung pagan, tidak ada tempat yang sesuai untuk menyelenggarakan Sakramen”. Pada tanggal 31 Agustus 1592, berkat tekanan yang dilakukan terhadap Baron Oliver St. Claire dari Rosslyn, altar kapel yang bergaya pagan dihancurkan. (Tamer Ayan, “Ordo Royal Skot; Lembaga Masonik Tertua yang Diketahui” Mimar Sinan, 1998, No. 110, hlm. 18-19)

Menurut tesis mereka, para Templar mengalami perubahan besar ketika mereka berada di Yerusalem. Di tempat asal agama Kristen ini, mereka justru mengadopsi doktrin-doktrin lain. Pada akarnya terdapat sebuah rahasia yang mereka temukan di dalam kuil Sulaiman di Yerusalem, yang reruntuhannya mereka selidiki. Para penulis menjelaskan bahwa para Templar berdalih dengan peranan mereka yang diakui sebagai pelindung peziarah Kristen yang mengunjungi Palestina, tetapi tujuan mereka yang sebenarnya sangat berbeda:

Tidak ada bukti bahwa para Templar pendiri ini pernah memberi perlindungan kepada peziarah, tetapi sementara itu kita segera menemukan bahwa terdapat bukti yang meyakinkan bahwa mereka memang melakukan penggalian yang intensif di bawah reruntuhan Kuil Herod….12

Para penulis Kunci Hiram bukanlah satu-satunya yang menemukan bukti tentang ini. Sejarawan Prancis, Gaetan Delaforge membuat pernyataan yang sama:

Tugas sebenarnya dari sembilan ksatria itu adalah melakukan penyelidikan di daerah tersebut untuk mendapatkan berbagai barang peninggalan dan naskah yang berisi intisari dari tradisi-tradisi rahasia Yahudi dan Mesir kuno.13


Kunci Hiram: Fir’aun, Freemason, dan Penemuan Perkamen Rahasia Yesus.

Pada akhir abad kesembilan belas, Charles Wilson dari Royal Engineers mulai melakukan riset arkeologis di Yerusalem. Dia sampai kepada pendapat bahwa para Templar telah mendatangi Yerusalem untuk mempelajari reruntuhan kuil tersebut. Wilson menemukan jejak-jejak penggalian dan ekskavasi di bawah pondasi kuil tersebut, dan menyimpulkan bahwa hal ini dilakukan dengan peralatan milik para Templar. Barang-barang ini masih ada di dalam koleksi Robert Brydon, yang memunyai arsip yang sangat luas tentang informasi mengenai para Templar.14

Para penulis The Hiram Key berpendapat bahwa penggalian-penggalian para Templar ini bukannya tanpa hasil; karena di Yerusalem ordo tersebut menemukan berbagai peninggalan tertentu yang mengubah cara mereka memandang dunia. Selain itu, banyak peneliti berpendapat serupa. Mestilah ada sesuatu yang menuntun para Templar, walau pada faktanya mereka sebelumnya adalah pengikut Kristen dan datang dari bagian dunia Kristen, untuk mengadopsi suatu sistem keimanan dan filsafat yang sepenuhnya berbeda dari agama Kristen, merayakan misa-misa bidah, dan melakukan berbagai upacara sihir.

Menurut pandangan umum dari banyak peneliti, “sesuatu” itu adalah Kabbalah (Qabbala).

Arti kata Kaballah adalah “tradisi lisan”. Berbagai ensiklopedia dan kamus mendefinisikannya sebagai suatu cabang mistik agama Yahudi dan hanya dipahami sedikit orang. Menurut definisi ini, Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah agama Yahudi. Tetapi, ketika kita mengkaji masalah ini lebih dekat, kita menemukan berbagai faktanya adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Fakta-fakta ini membawa kita kepada kesimpulan bahwa Kabbalah adalah suatu sistem yang berakar kepada penyembahan dan pemujaan berhala; bahwa ia ada sebelum Taurat, dan menjadi tersebar luas bersama agama Yahudi setelah Taurat diturunkan.

Fakta yang menarik tentang Kabbalah ini dijelaskan oleh sumber yang sama menariknya. Murat Ozgen, seorang Freemason Turki, menulis sebagai berikut ini di dalam bukunya, Masonluk Nedir ver Nasildir? (Apa dan Seperti Apa Freemasonry Itu?):

Kita tidak mengetahui dengan jelas dari mana Kabbalah datang atau bagaimana ia berkembang. Ia adalah nama umum untuk sebuah filsafat yang unik, berbentuk metafisik, esoterik, dan mistik, yang terutama berhubungan dengan agama Yahudi. Ia diterima sebagai ilmu kebatinan Yahudi, tetapi sebagian elemen yang dikandungnya menunjukkan bahwa ia terbentuk jauh lebih dahulu dari Taurat.15

Ahli sejarah Prancis, Gougenot des Mousseaux, menjelaskan bahwa Kabbalah memang jauh lebih tua daripada agama Yahudi.16


Walaupun berkembang dengan agama Yahudi, Kabbalah tergantung pada sumber-sumber dari luarnya. Kabbalah muncul dari kepercayaan pagan dari Mesir Kuno dan Mesopotamia.

Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, mengatakan bahwa Kabbalah merupakan “suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi.” 17 Solomon Reinach mendefinisikan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk”.18

Alasan Reinach menyatakan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk” adalah karena doktrinnya sebagian besar berhubungan dengan ilmu sihir. Selama ribuan tahun, Kabbalah telah menjadi salah satu batu pondasi bagi setiap jenis upacara sihir. Para rabbi yang mempelajari Kabbalah dipercaya memiliki kekuatan gaib yang besar. Juga, banyak non-Yahudi yang telah terpengaruh dengan Kabbalah, dan mencoba memraktikkan ilmu sihir dengan menggunakan doktrin-doktrinnya. Kecenderungan esoterik yang terjadi di Eropa selama akhir Abad Pertengahan, khususnya sebagaimana yang dipraktikkan oleh para ahli alkimia, sangat banyak yang berakar dari Kabbalah.

Hal ini sungguh aneh, jika kita memandang Yahudi sebagai sebuah agama Monoteistik, yang diawali dengan turunnya Taurat kepada Musa a.s. Kenyataannya, di dalam agama ini ada sebentuk sistem yang disebut Kabbalah, yang mengadopsi praktik-praktik dasar sihir yang dilarang oleh agama. Hal ini memperkuat apa yang telah disebutkan sebelumnya, dan menunjukkan bahwa Kabbalah sebenarnya merupakan elemen yang menyusup ke dalam agama Yahudi dari luar.

Tetapi, apa sumber dari elemen ini?

Ahli sejarah Yahudi Fabre d’Olivet menyebutkan bahwa Kabbalah berasal dari Mesir Kuno. Menurut penulis ini, Kabbalah mengakar hingga ke Mesir Kuno. Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.19

Karena itulah, kita harus menengok ke Mesir Kuno untuk menemukan sumber utama dari rantai Kabbalah-Templar- Freemasonry ini.

DUNIA GELAP KABBALAH

Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, menggambarkan Kabbalah sebagai “suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi.” Solomon Reinach mendefinisikan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk”. Gambar-gambar karya pengikut Kabbalah modern ini merefleksikan dunia gelap Kabbalah.


AHLI-AHLI SIHIR MESIR KUNO

Mesir Kuno dengan para fir’aunnya adalah salah satu peradaban tertua di dunia; juga yang paling penindas. Monumen-monumen megah yang masih tersisa dari Mesir Kuno — berbagai piramid, sphinx, dan obelisk — dibangun oleh ratusan ribu budak, yang bekerja hingga hampir mati, di bawah lecutan cambuk dan ancaman kelaparan. Para Fir’aun, penguasa absolut di Mesir, ingin direpresentasikan sebagai dewa dan disembah oleh manusia.

Salah satu sumber pengetahuan tentang Mesir Kuno adalah berbagai prasasti mereka. Prasasti-prasasti ini ditemukan di abad kesembilan belas dan setelah kerja keras, abjad Mesir dapat diuraikan, memperjelas begitu banyak informasi tentang negeri ini. Namun, karena ditulis oleh ahli sejarah resmi negara, berbagai prasasti ini penuh dengan cerita-cerita yang bias yang dimaksudkan untuk memuja-muja negara.

Bagi kita, tentu saja, sumber pengetahuan terbaik tentang masalah ini adalah Quran.

Di dalam Al Quran, di dalam kisah Musa, kita memperoleh informasi penting tentang sistem di Mesir. Ayat-ayat tersebut mengungkapkan bahwa terdapat dua titik fokus kekuatan di Mesir: Fir’aun dan dewan pembesarnya. Dewan ini memiliki pengaruh penting terhadap Fir’aun. Fir’aun sering berkonsultasi dengan mereka dan senantiasa mengikuti anjuran mereka. Ayat yang dikutip di bawah menunjukkan pengaruh dewan ini terhadap Fir’aun:

“Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam, wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”.

Fir’aun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”.

Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu”. (Fir’aun berkata): “Maka apakah yang kamu anjurkan?”

Pemuka-pemuka itu menjawab: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai”. (QS. Al A’raaf, 7: 104-112) !


Sebuah naskah tulisan Mesir Kuno

Patut diperhatikan bahwa perkataan tersebut diutarakan oleh suatu dewan yang menasihati Fir’aun, yang menghasutnya melawan Musa, dan merekomendasikan kepadanya metode-metode tertentu. Jika kita amati catatan sejarah Mesir, kita melihat bahwa dua komponen utama dewan ini adalah tentara dan pendeta.

Tidak perlu dijelaskan lagi pentingnya tentara; ia merupakan kekuatan militer utama dari rezim Fir’aun. Tetapi, kita mesti mengamati lebih dekat lagi peranan para pendeta. Para pendeta Mesir Kuno merupakan golongan yang disebutkan di dalam Al Quran sebagai ahli-ahli sihir. Mereka merepresentasikan sekte yang mendukung rezim. Mereka dipercayai memiliki kekuatan khusus dan menguasai pengetahuan rahasia. Dengan otoritas ini mereka memengaruhi rakyat Mesir, dan mengukuhkan posisi mereka di dalam pemerintahan Fir’aun. Golongan ini, yang diketahui dari catatan sejarah Mesir sebagai “Para Pendeta Amon”, memusatkan perhatian mereka untuk memraktikkan ilmu sihir dan memimpin sekte pagan mereka; selain itu, mereka juga mempelajari beragam ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika, dan geometri.


Pendukung terpenting rezim Fir’aun di Mesir Kuno adalah golongan pendeta (tukang sihir). Kepercayaan mereka di kemudian hari membentuk akar dari Kabbalah dan dari situ berpindah ke Masonry.

Golongan pendeta ini adalah sebuah ordo tertutup yang memiliki (begitu yang mereka anggap) pengetahuan khusus. Ordo semacam ini biasanya dikenal sebagai organisasi esoterik. Di dalam majalah bernama Mason Dergisi (Jurnal Masonik), terbitan yang tersebar di antara pengikut, secara khusus disebutkan tentang pendeta-pendeta Mesir Kuno.

Bersamaan dengan berkembangnya pemikiran pada manusia, ilmu pengetahuan mengalami kemajuan dan bersama itu, jumlah rahasia pun meningkat di dalam pengetahuan pada sistem esoterik. Dalam perkembangan ini, kegiatan esoterik, yang pertama muncul di Timur, di Cina dan Tibet, dan kemudian menyebar ke India, Mesopotamia, dan Mesir, membentuk basis pengetahuan kependetaan yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun dan membentuk basis kekuatan pendeta di Mesir.20

Bagaimana terjadinya hubungan antara filsafat esoterik para pendeta Mesir Kuno dan Freemason saat ini? Mesir Kuno suatu contoh klasik di dalam Al Quran tentang sistem politik tanpa tuhan musnah ribuan tahun yang lalu. Mungkinkah ia memunyai pengaruh sekarang ini?

Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kita harus mencermati berbagai kepercayaan para pendeta Mesir Kuno yang berhubungan dengan asal usul alam semesta dan kehidupan.


KEPERCAYAAN MESIR KUNO DALAM EVOLUSI KAUM MATERIALIS

Di dalam buku mereka, The Hiram Key, penulis Mason berkebangsaan Inggris, Christopher Knight dan Robert Lomas, berpendapat bahwa Mesir Kuno memiliki posisi penting dipandang dari segi asal usul Masonry. Menurut kedua penulis ini, gagasan terpenting yang telah mencapai Masonry modern dari Mesir Kuno adalah tentang alam semesta yang ada oleh dan dari dirinya sendiri, lalu berkembang melalui kebetulan. Mereka menjelaskan gagasan yang menarik ini dengan kata-kata berikut:

Orang Mesir percaya bahwa materi selalu ada; mereka menganggap tidak logis pendapat tentang sebentuk tuhan yang membuat sesuatu dari ketiadaan mutlak. Mereka berpandangan bahwa permulaan dunia adalah ketika keteraturan muncul dari kekacauan, dan semenjak itu terjadi pertarungan antara kekuatan pengaturan dan kekacauan… keadaan kacau ini dinamai Nun, dan seperti penggambaran orang Sumeria…, yang ada hanyalah adalah sebuah jurang dalam, berair, gelap tanpa cahaya matahari yang padanya terdapat suatu kekuatan, daya penciptaan yang memerintahkan keteraturan bermula. Kekuatan laten di dalam zat kekacauan ini tidak mengetahui keberadaan dirinya; ia adalah suatu kemungkinan, sebuah potensi yang berjalin di dalam acaknya ketidakteraturan. 21

Akan teramati bahwa kepercayaan yang dideskripsi di atas selaras dengan apa yang menjadi pendirian materialis masa kini, yang didukung oleh agenda komunitas ilmiah dengan berbagai istilah seperti “teori evolusi”, “teori chaos”, dan “pengaturan esensial dari materi”. Knight dan Lomas meneruskan pembahasan terdahulu dengan mengutarakan:

Yang menakjubkan, penggambaran tentang penciptaan ini dengan sempurna mendeskripsikan pandangan yang dipegang oleh sains modern, terutama “teori chaos” yang telah menunjukkan berbagai desain ruwet yang berkembang dan berulang secara matematis di dalam peristiwa-peristiwa sama sekali tak terstruktur. 22


“Pandangan-dunia” dari Mesir Kuno tidak terkubur dengan patung-patung ini, tetapi dibawa hingga ke masa kini oleh masyarakat rahasia yang menganggap diri mereka sebagai pewaris Mesir Kuno…

Knight dan Lomas mengklaim bahwa terdapat keselarasan antara kepercayaan Mesir Kuno dengan sains modern, tetapi apa yang mereka maksudkan dengan sains modern, sebagaimana telah kami tekankan, adalah konsep-konsep materialis seperti teori evolusi dan teori chaos. Walau pada kenyataannya teori-teori ini tidak memiliki dasar ilmiah, mereka telah dipaksakan pada bidang sains selama dua abad lalu, dan ditampilkan seakan memiliki kelayakan ilmiah. (Pada bagian berikut kita akan mengkaji siapa yang telah memaksakan teori-teori ini pada dunia ilmiah.)

Sekarang, kita sampai ke poin penting dari tahapan buku ini. Mari kita ringkaskan apa yang telah kita temukan sejauh ini.

1. Kita memulai pembahasan dengan membicarakan Ordo Templar yang dianggap sebagai asal muasal Freemasonry. Kita telah melihat bahwa, walaupun didirikan sebagai sebuah ordo Kristen, Templar dipengaruhi oleh doktrin-doktrin rahasia yang mereka temukan di Yerusalem, lalu meninggalkan sepenuhnya agama Kristen dan menjadi organisasi antiagama yang memraktikkan ritus-ritus bidah.

2. Ketika kita mempertanyakan doktrin apa ini yang memengaruhi Templar, kita temukan bahwa ia pada dasarnya adalah Kabbalah.

3. Ketika kita mengkaji Kabbalah, kita menemukan bukti bahwa, betapapun banyaknya ia mungkin menyerupai mistisisme Yahudi, ia adalah sebuah doktrin pagan yang lebih tua dari agama Yahudi, yang kemudian menyusupinya, dan bahwa akarnya yang sebenarnya ditemukan di Mesir Kuno.

4. Mesir Kuno diperintah oleh sistem pagan Fir’aun, dan di sana kita temukan sebuah gagasan yang membentuk dasar dari filsafat ateistis modern: bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, dan berkembang oleh kebetulan.

Semua ini jelas melukis sebuah gambar yang menarik. Apakah dengan kebetulan belaka filsafat para pendeta dari Mesir Kuno masih tumbuh pesat, dan bahwa terdapat jejak rantai (Kabbalah-Templar-Masonry) yang bertanggung jawab meneruskan supremasi filsafat ini ke masa kini?

Mungkinkah para Mason, yang telah membuat jejak mereka di sejarah dunia semenjak abad kedelapan belas, dengan menimbulkan berbagai revolusi, mengemukakan sistem-sistem filsafat dan politis, merupakan pewaris dari para ahli sihir di Mesir Kuno?

Untuk memperjelas jawaban dari pertanyaan itu, pertama kali kita harus mengkaji lebih dekat lagi berbagai peristiwa sejarah yang hingga sekarang hanya kita uraikan dengan singkat.

1 World Book Encyclopedia, “Crusades,” Contributor: Donald E. Queller, Ph.D., Prof. of History, Univ. of Illinois, Urbana-Champaign, World Book Inc., 1998
2 Geste Francorum, or the Deeds of the Franks and the Other Pilgrims to Jerusalem, trans. Rosalind Hill, London, 1962, hal.91, (penekanan ditambahkan)

3 August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Participants, Princeton & London, 1921, hal.261, (penekanan ditambahkan)

4 August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Participants, Princeton & London, 1921, hal.262

5 Michael Baigent, Richard Leigh, The Temple and the Lodge, London, Corgi Books, 1990, hal. 78-81

6 Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924, Chapter 3

7 For this thesis about Freemasonry, see. John J. Robinson, Born in Blood: The Lost Secrets of Freemasonry, New York, M. Evans & Company, 1989

8 Ender Arkun, “Masonlarin Dusunce Evrimine Katkisina Kisa Bir Bakis” (A Short Look at the Contribution of Freemasonry to the Evolution of Thought), Mimar Sinan, 1990, No. 77, hal.68, (penekanan ditambahkan)

9 Teoman Biyikoglu, “Tampliyeler ve Hurmasonlar” (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.11, (penekanan ditambahkan)

10 Teoman Biyikoglu, “Tampliyeler ve Hurmasonlar” (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.9, (penekanan ditambahkan)

11 Teoman Biyikoglu, “Tampliyeler ve Hurmasonlar” (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.19, (penekanan ditambahkan)

12 Christopher Knight and Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, 1997, hal.37

13 G. Delaforge, The Templar Tradition in the Age of Aquarius; Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, hal.37, (penekanan ditambahkan)

14 C. Wilson, The Excavation of Jerusalem, Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, hal.38

15 Murat Ozgen Ayfer, Masonluk Nedir ve Nasildir? (What is Freemasonry and What is it Like?), Istanbul 1992, hal.298-299, (penekanan ditambahkan)

16 Gougenot des Mousseaux in Le Juif, La Judaïsme et la Judaïsation des Peuples Chrétiens, 2nd edition, 1886, hal. 499

17 Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924; hal.9

18 Theodore Reinach, Histoire des Israélites, hal.221, and Salomon Reinach, Orpheus, hal. 299, (penekanan ditambahkan)

19 Fabre d’Olivet, La Langue Hébraïque, 1815, hal.28, (penekanan ditambahkan)

20 Mason Dergisi (The Journal of Freemasonry), No. 48-49, hal.67, (penekanan ditambahkan)

21 Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, London, 1997, hal. 131, (penekanan ditambahkan)

22 Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, London, 1997, hal. 131

(ahs)

Permalink Leave a Comment

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.